Bisa jadi aku merasa nyaman bercerita dengannya. Tapi tidak nyaman bagiku ketika aku melewati pagar pembatas dan ternyata aku terlalu menunjukkan sisi kewanitaanku yang lemah. Aku mulai kesal dan malu, aku tidak mau menunjukkan bahwa aku selemah itu walau memang kadang aku di titik puncak kelelahanku. Tapi aku tidak mau terlihat begitu kasihan, apalagi di depannya. Aku sangat tidak suka.
Dan aku selalu merasa lega ketika aku sudah selesai bercerita apa yang terjadi denganku padanya. Seperti mendapat suatu dorongan yang baru. Mungkin terlihat jahat ketika aku bilang, aku mencarinya dalam keadaan dua hal. Pertama ketika aku butuh sebuah informasi yang jelas darinya dan itu selalu menyangkut apa yang aku kerjakan. Kedua ketika aku merasa aku butuh teman bercerita dan seingatku aku selalu jarang memintanya menemeniku bercerita. Mau bagaimana lagi, tidak ada hal yang sekiraku harus aku katakan. Sejujurnya tidak mungkin aku memulainya lebih dahulu. Aku seorang wanita dan melakukan hal seperti itu bukanlah hal yang wajar menurut kaum kami.
"You may not know how deep a woman's heart. A woman just needed to understanding and caring"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar