Okey aku juga tahu, dia udah cukup stres dan frustasi ngadepin ini. tapi soal apa yang aku rasain ngadepin ini, juga bukan sepenuhnya masuk dalam masalahnya. ini urusan antara aku dan perasaanku. di satu sisi aku juga merasa kurang nyaman. aku berusaha menjaga seluruh perkataan, perilaku dan perbuatanku. aku nggak mau nyakitin siapapun. terutama dia.
Iya aku yang bego, harusnya aku enggak ngomong soal itu ke kamu. aku nggak nyangka bakal kayak gini caranya, terlalu banyak salah paham yang di temui disini. ego dan emosi masing-masing yang masih saling jadi prioritas utama. di lain sisi aku memang tipikal orang yang seperti ini. aku pemikir berat dan aku juga memperhatikan masalah yang ada seperti ini. aku enggak pernah minta lebih itu nggak mungkin dan berharap lebih itu hal yang mustahil. okey aku jujur mungkin kesalahanku adalah aku terlalu berlebihan dan terkena getah dari permainanku sendiri. ya itu kesenangan batin tersendiri buatku. yang dia lakukan waktu itu juga samakan. untuk memuaskan batin. tapi fatalnya orang melihatnya lebih dan dia juga.
Ohya aku lupa satu hal, sifat alami apalagi untuk seorang lelaki yang dalam hidupnya yang tidak pernah ingin merepotkan siapapun. aku lupa satu poin itu. iya aku juga udah mulai menjaga jarak, sebenarnya itu sudah aku lakukan sejak kemarin. sejak setelah aku sharing dengan mamaku. toh ujungnya satu sama lain juga yang memulai. dia yang memulai (sebut saja meretweet) dahulu. okey dan semua terjadi lalu berlanjut meski sempat terhenti.
Lalu sekarang aku harus diam dan menonton semua ini dan ikut mencaci. gila! sama aja aku di suruh melakukan kejahatan. aku sadar aku emang nggak mungkin nyelesein masalah ini, yang bisa ya hanya dia. aku hanya mendukung. see? itu peranku.
Sekarang aku udah bersikap biasa. pada akhirnya semakin aku diperlakukan seperti itu semakin aku pula memberontak. semakin aku malah mencari tahu apa yang terjadi. penyesalanku adalah aku salah dalam berucap.
Mungkin yang bisa aku lakukan sekarang hanya diam dan melihat melintas di hadapanku. aku hanya dapat diam-diam mendukung dan mengawasi. aku ikhlaskan hati dan pasrahrakan hanya kepadaNya biar nanti semua jawaban yang jujur dan kenyataan yang sebenarnya datang sendiri padaku.
Yang harus dia tahu. aku baik-baik saja dan jangan mencemaskan apa yang terjadi atau apa yang aku rasakan.
"I'll still here and I'll accompany also support you always in this situation. Don't felling lonely"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar