Rabu, 21 Desember 2011

Esensi

Suatu esensial dari rasa yang tak bisa di luapkan dengan apapun. Dimana lidah terasa kaku dan kelu. Air mata terasa sulit keluar dan hati serasa aaaaah sudahlah '' now drama's ends up "

Aldy's sweet seventeen

Happy birthday Aldy... Happy birthday Aldy... Happy birthday... Happy birthday... Happy birthday Aldy.... Happy sweet seventeen Reynaldi Adias Dhaneswara :D! Wish you all the best dan selamat menyongsong umur 17 tahun kebo, stay everything ya Bo! Jangan kapok sama es pipis buatan kita mwihihi. Semoga make a wish tadi terkabul semua, aminamin =)) Sekali lagi Selamat memasuki 17 tahun Kebo :))

Senin, 19 Desember 2011

Bear's Family story part#2

Di sepanjang perjalanan menuju café semesta tempat nongkrong kita sehidup-semati (halah lebay wkakaka) Si blekswit Salsa udah ngomel-ngomel lagi di jalan. Dia teriak dari belakang enggak tau malu dan berasa itu jalan baciro punya dia sendiri.
 "Gimana nih, taxi belakang ngelakson terus" teriak Salsa sambil ngasih kode buat ngeliat si taxi putih eh apa biru ya ah lupa
"Ah biarin aja anggep aja bapaknya iri sama keseksian kita" jawabku spontan lebih enggak tau malu lagi. Halo! Gue ngelawak again
Tiba-tiba si baby bear Vida tanya enaknya belok kanan atau lurus. Aku jawab belok kanan aja. Tapi ujungnya lurus juga. Salsa dibelakang udah protes lagi ngece dikiranya kita enggak tau jalan. Kumpret ki Salsa pelecehan =_=
Dan setelah menyelip truk, diselip motor yang orak tata, belok kanan, belok kiri di iringi gerimis aww so sweet #apelu sampai deh di cafe semesta. Kita langsung masuk dan order pesenan. Seperti biasa duduk di tempat tongkrongan biasanya dan nunggu pesenan dateng sampai si Mamah bear Dina dateng. Dengan dandanan serba ungu layaknya kembang perawan deh hahaha.
Disana hingar bingar pelecehan dan lawakan satu sama lain tumpah tanpa dosa. Di mulai dengan pengikhlasan Salsa nunjukin foto hinanya dalam episode jurus sim hina. Lalu dilanjutkan Vida dengan episode Endang Soekamtinya. Sumpah ke empat gadis tolol ini ketawa tanpa dosa dan enggak tau malu, berasa itu cafe dunia mini mereka. Now, menuju klimaks percakapan enggak genah itu ketika aku-dengan-bego-koplak-enggak sadar-tolol-pedenya-diucapin berkali-kali mengucapkan sebuah kata kemarat buatku sekarang yaitu sparing (baca: sparing no spering)
"Harusnya hari ini aku itu ada sparing, tapi enggak jadi ajalah" seruku dengan suara sekseh khasku
"Ciee yang anak basket sekarang" celetuk Dina
"Sparing sama mana e?" tanya Vida sambil nyeruput cokelat panasnya
"Mbok itu Din kamu ikut juga hahahaha" Si blekswit ikut nambahi juga 
"Sparing sama SMA *sensor* *sensor*" jawabku polos
Kemudian hal yang tidak diinginkan terjadi jeng jreng, lalu hening panjang *siiiiing* Dan di sambung tawa yang meledak dan mempermalukanku di warkop itu! Tidaaak donyaku runtuh seketika -_-
"Hahahaha.... apa La? Sparing (baca: sparing)" seru Sister bear Salsa sambil cekikian
"Sparing (baca: spering) kalik La, bukan sparing (baca: sparing)" tambah Dina ikut-ikut ketawa enggak berdosa gitu
"Halo! 2011 sparing (baca: sparing) La hahahahaha...." asem dan iki Vida melecehkan puool
Asem rasane kaya diguyur minyak dan aku ditempeli bulu-bulu ayam. Seriously aku malu setengah modyar iki errrr... Parahe dibahas terus dan berulang-ulang sampai sekarang, kurang ajar kok trio bears kae *siap-siap ngasah golok*
Lanjut lagi ketika Dina dengan tidak sengaja nambai daftar hinaan konyol kami,
"Eh... sumpah temen-temen sekolahku juga sukanya gitu. Cacatnya kita dibahas berkali-kali nyampe seumur hidup paling" celetuk Dina yang masih ngakai sparing ala Lala.
"Haa? emang gimana e Mam?"
"Jadi pas kelas satu kan aku dijemput bapakku nah pas bapakku dateng aku teriak bilang gini HURAY! MY DADDY PICK UP ME! hahahaha" omyang Dina sambil ketawa mempermalukan dirinya tanpa malu wkakakaka ngakak mampus nek iki...
Dan tawa kamipun lepas selepas lepasnya,
"Apa Din? Pick up me?!" pertegas Salsa yang memberikan penekanan pada kalimat keramatnya Dina itu
"Hahahaha pick up me og piye, pick me up kalek wkakakaka" Seruku dan Vida sambil ngakak ora kuat
Perbincangan koplak dan enggak tau diri itu pun terus berlanjut dengan lemparan-lemparan hina kelakuan kami satu sama lain. Dari bahas soal Endang Soekamtinya Vida, Sparing, Jurus SIM hinanya Salsa, Pick up me, episode kawat giginya Vida, artemy alone, dan semua hal konyol yang kita lalui. That's lol day, and we'll remember that =))
Setelah berjam-jam nongkrong edan di sana, kami pun bosan dan melanjutkan ke next destination kita yang sejujurnya lagi enggak tau mau kemana. Kata orang jawa bilang orak duwe tujuan hahaha
Sebelum kita away dari warkop itu, Dina-Vida-Salsa sholat ashar dulu dan aku menunggu mereka sambil membenarkan posisiku bak posisi foto model #eaaak Mereka yang melihatku dari balik tirai bambu pembatas mushola kecil menertawai posisiku, aku pun lantas berteriak dan menyuruh mereka segera. Kesuwen kok mereka ki =_=
Akhirnya merekapun selesai sholat dan kita kembali duduk memikirkan kemana selanjutnya kami pergi dan awkward moment lagi. Dina teriak kalau orang yang mirip Pak Sulis (guru les fisikaku, Dina dan vida) datang lagi ke situ. Sontak kami pun berbarengan menoleh ke arah Bapak yang kami panggil Pak Sulis's twin itu. Terekdungdez, eh bapaknya itu noleh ke arah kita dengan tatapan elangnya bahahaha kita pun panik dan langsung balik ke posisi semula sambil umak-imik enggak jelas. Masih ngelanjutin umak-imik bahas Pak Sulis's twin ternyata si bapak itu lagi order dan sesekali melirik ke arah kami. Suasana memewarkop pun melanda, udah enggak betah dan ngeri dewek kami pun cepat-cepat away dari situ pergi sejauh-jauhnya yang penting enggak ketemu Pak Sulis's twin itu hahaha and here we go to the next destination diringi mendung yang semok...

*bersambung ke episode bank dan raminten...







Kebetulan

Kebetulan yang aneh selama 2 hari ini. Setiap aku bangun pagi hari di radio pojok kamar yang ke puter lagunya Raisa Adriana yang Apalah Arti Menunggu. Rasanya kayak pagi-pagi di guyur air es yaAllah kaget -_-" Dan udah 2 malem ini selalu mimpiin orang yang sama. Seingetku sebelum tidur aku enggak mikirin siapa-siapa, tapi kenapa kebetulannya berturut-turut gini. Bikin hati nyesek errrgh...
Udah 2 malam ini aku tidur lebih awal dari biasanya. Aku bingung juga mau ngapain daripada galau enggak jelas dan enggk guna mending tidur deh bahahahaha

Sabtu, 17 Desember 2011

Bear's Family story

Ini cerita tentang empat orang anak manusia yang koplak dan super bego dicampur pahpoh. Panggil saja kami Lala, Dina, Salsa dan Vida. Kemarin Jumat kami janjian ketemu di Cafe Lir yang sebenernya keberadaannya enggak kami ketahui hahaha. Sebelum ke Cafe Lir Aku (Lala), Vida dan Salsa janjian ketemu di KFC deket JB, you know si Salsa sempet shock berat waktu tau tempat ketemuan kita disana. wkakaka remember artemy deh. Sumpah aku sama Vida udah mau lumuten disana nungguin Salsa. Gila aja sejam nongkrong di sana, udah kebak lumut ini badan =_=
"Salsa lama banget sih!" Vida uwes ngamuk dengan ancang-ancang ngeBBM Salsa
"Udah to Vid, percaya dia ngendarai lhak kayak orang mabuk" Aku sambil liat jalan (Btw jadi inget jurus sim hina dan foto sim mabuknya Salsa ki hihihi)
Eng ing eng, dan Salsa pun datang dengan sweater rajut blekswitnya dan rambut keriting berkibar. Aku dan vida pun langsung turun ke bawah secepat mungkin dan kita bertiga langsung cuss ke Cafe Lir. Sampai di daerah yang konon katanya Mas Giri tempat keberadaan Cafe itu, aku sama Vida mulai sok tahu! Sok lewat jalan ini, belok gang itu dan ngonolah. Salsa di belakang udah teriak sewot agak panik meragukan kami
"Heh, kalian tau jalan ke sana enggak sih? Jangan-jangan ini pertama kali kesana dan enggak tau jalan" celetuk Salsa meragukan dari belakang, rupane uwes ra penak hahaha
"Biasa kita sok tau deh ini kayaknya hehe" Jawabku pakai stylenya si Harits
Setelah beberapa jalan dan gang yang kita bertiga asal lewati dan masuki sampai diliatin bapak-bapak angkringan, di ndlongopin bapak-bapak sama mas-mas kompleks situ akhirnya kami nyerah dan tanya. Well, iki selalu jadi bagianku. Dengan pede dan langkah seksehku aku masuk ke salah satu butik di situ
"Maaf Mbak di daerah sini ada cafe Lir enggak ya?"
"Haa? itu nama orang atau tempat ya mbak?" batinku nama tempatlah mbak, ngelawak -___-"
"Nama tempat mbak...."
"Alamat pastinya ada?" tanya mas-mas dengan style you-knowlah kayak apa dari belakang mesin kasir
"Enggak ada mbak, mas..."
 Saking malu aku pun menutup pembicaraan ra cetha itu dan pengen cepet-cepet keluar sebelum aku die karna malu disana ha-ha-ha. Di luar Vida dan Salsa sudah menungguku dan nyoh tak bawain badnews. Pas banget yah udah mendung campur gerimis, enggak ketemu cafe Lirnya, malu, dan udah nggembel di pinggir jalan tinggal backsoundnya kecewa-bcl ki eaaaa.

Rasanya getun banget iki -_- oh cafe Lir emang bikin keliling-keliling dan Mas Giri emang pas ngomong ngelindur itu (kata Vida). Lalu si blekswit Salsa mengeluarkan jurus terampuhnya, eaaa daftar tempat-tempat hangout. Setelah mikir-mikir-mikir dan galau dipinggir jalan akhirnya kita ke Semesta Cafe again! Seriously, memuaskan Salsa dan membosankan aku dan Vida. Yup, kita pancaaaal ke sana...


*Bersambung....

Letters


Dear,
21:21

I miss you…

I want to share and tell many things to you. Aku sekarang udah full kegiatan lagi dan aku udah sempet di rundung masalah. Sempet dapet di posisi enggak enak. Ngerasa depress sendiri. Aku enggak tau harus cerita ke siapa hahaha mungkin udah kebiasaan ngomongnya sama kamu, ngamuknya, muring-muringnya sama kamu jadi bingung giliran sekarang aku harus stop buat enggak komunikasi sama kamu. Aku payah ya? Tapi aku udah mulai beda dari aku yang dulu kok, aku udah enggak gampang stress kayak dulu. Aku sekarang lagi belajar nikmati ini dengan enjoy dan ngontrol emosi di dalam. Aku juga lagi usaha untuk positive thinking, kayak katamukan.  Bismillah aku lebih tenang, tapi tetep aja kadang di hati masih ada yang aneh atau ganjel. Dilain sisi aku merasa jadi lebih sarkas (kasar) ya jadi tambah atos ngomongnya dan tambah cuek. Duh, aku takut kebablasan dan akhirnya keterusan jadi gitu. You know, walaupun aku udah bisa mulai terbiasa buat enggak lari ke kamu tapi aku tetep kangen buat ngomyang sama kamu. Aku masih ngerasa kurang kalau aku enggak cerita ke kamu, tapi di lain sisi aku harus nahan hasratku sendiri untuk enggak texting kamu. Ohya, kamu sekarang apa kabar?

Untitled

" Kalau ada pikiran yang ganggu, biarin ngalir aja di otakmu enggak usah dilawan, insyaAllah kamu bakal lebih bersyukur sekaligus menikmati pikiran itu wis. Soalnya semakin kamu ngelawan atau mbok paksa buat ngelupain, ya kamu bakal ngerasa lebih terbebani dengan pikiran itu "

- Sepasang pahpoh : Vida & Abshar -

Peluk


Akhir-akhir ini aku selalu muter lagu peluknya dewi lestari. Sejujurnya aku masih bingung antara judul dan isi lagu tersebut. Apakah keterkaitannya? Mengapa di beri judul peluk, padahal isi lagu itu tidak seluruhnya membahas kata atau arti peluk itu sendiri. But, it’s nice song. Entah kenapa peluk sendiri seperti memberikan tamparan halus ke mukaku. Lagu itu seperti bercerita tentang keadaan yang aku alami sekarang. Tapi bukan aku sebagai tokoh utama yang bercerita di lagu itu. Seseorang di kejauhan sanalah si dalang utama dalam lagu itu. Setelah di putar berulang-ulang dan aku menyimak liriknya, aku terdiam dan berpikir lama. Lagu itu benar, suka tidak suka mau tidak mau aku emang harus bisa nerima kalau memang kenyataanya seperti ini sekarang. Aku harus bisa nerima kejujuran yang hadir disekelilingku. Aku harus bisa belajar melepaskan seseorang. Karna aku sendiri belum bisa nerima dirinya di kondisi terburuknya. Bagiku aku masih merasa aneh menerima hal seperti itu di duniaku sendiri. Aku merasa asing. Masih ada rasa trauma, tidak percaya, dan spekulasi-spekulasi itu bermain-main di pikiranku. Pada akhirnya itu yang membuatku melakukan hal-hal konyol dan ujungnya hanya menyakitinya. Menyakitiku juga. Mungkin lebih baik seperti ini sekarang, aku menjauh untuk sementara waktu. Menenangkan dan membereskan hal-hal yang tidak benar dalam diriku sendiri. Membuat diriku sendiri ya itu menerima keadaan yang ada. Memberikan waktu padanya untuk bebas dari kekonyolan sikapku sendiri. Tidak membebani dirinya. Sama-sama memberikan waktu satu sama lain

Peringatan Mama


Sekarang kerasa aja sedih dan nggak bebas. Semenjak Mama ngundurin diri dan berganti status menjadi ibu rumah tangga yah semua berubah. Aku enggak suka Mama sekarang protect banget. Jam 5 sore belum nyampe rumah udah di cari. Padahal dulu waktu Mama masih kerja boro-boro Tanya pulang, mau pulang jam 7 malem aja enggak dicariin. Tapi sekarang? Beda ughh mangkel udah enggak sebebas dulu. Ini pertama kalinya Mama udah ribut aku belum pulang. Pertama kalinya nyampe rumah jam 8 malem Mama udah nyindir, rasanya beda banget sama Mama yang dulu. Dulu aku pulang nyampe jam 10 atau 11 atau malah pulang baru besoknya karna ngurus pensi enggak pernah dicariin. Yang penting tujuan, tempat dan sama siapa Mama tau. Aku juga jujur sama Mama enggak bohong. Enggak kayak sekarang dikit-dikit sms tanya dimana, dan pulang jam berapa. Aku enggak suka Mama yang sekarang yang protect gini. Ngasih tau Mama kegiatanku seabrek dalam sehari harus kesana kesini Mama udah bawel. Sebel banget. Enggak betah dirumah. Ngerasa asing sama Mama yang sekarang. Aku enggak suka diginiin

Kamis, 03 November 2011

Laguku Bercerita

 Terserah - Glenn Fredly

Jangan kau ganggu hidupku lagi
Sudah jelas kini yang kau mau
Kau sakiti hati ini 'tuk kesekian kali
Memang ku cinta
namun tak begini

Dimana arti sebuah kesetiaan

Bila hanya dalam kata-kata

Ku coba untuk bertahan

Namun aku tak sanggup
Sungguh tak mampu, sayangku...

Terserah kali ini
Sungguh aku tak ‘kan perduli
Ku tak sanggup lagi
Jalani cinta denganmu
Biarkan ku sendiri
Tanpa bayang-bayangmu lagi

Ku tak sanggup lagi

Mulai kini s’mua terserah...

Dimana arti sebuah kesetiaan

Bila hanya dalam kata-kata
Ku coba untuk bertahan
Namun aku tak sanggup
Sungguh tak mampu, sayangku...

Terserah kali ini
Sungguh aku tak ‘kan perduli

Ku tak sanggup lagi

Jalani cinta denganmu
Biarkan ku sendiri
Tanpa bayang-bayangmu lagi


Ku tak sanggup lagi

Mulai kini semua

Terserah...

Senin, 31 Oktober 2011

I love brownies

Waktu sedih kayak gini paling suka makan brownies. Pas banget momentnya, sedikit bisa flasback dan bangkitin suasana #ngook enggak nyambung-_-. Brownies kukus itu lembut, kalau dingin di masukin kulkas sekali makan berasa leleh di lidah. Brownies panggang sendiri, ampun atasnya enggak nguatin. Crispy banget apalagi brownies Kartikasari. Udah kayak di bawa keliling kemana gitu hahahaha lebay emang =_= Dasarnya makanan terfavourite emang brownies. Bisa enggak sadar diri dan enggak kuat jiwa kalau liat brownies :D

Sometime

Kalau suatu saat nanti yang di post di blog ini semuanya bukan tentang Dia lagi gimana ya? Kalau ternyata yang aku post tentang orang lain gimana? Ah, cetek pikiranmu La. Mau Dia atau bukan yang aku post di blog ini. He's never care okey =)) Terima kenyataan La, kamu bukan siapa-siapa

Poem

Christina Rossetti
Remember

REMEMBER me when I am gone away,  
Gone far away into the silent land;  
When you can no more hold me by the hand,  
Nor I half turn to go, yet turning stay.  
Remember me when no more day by day
You tell me of our future that you plann'd:  
Only remember me; you understand  
It will be late to counsel then or pray.  
Yet if you should forget me for a while  
And afterwards remember, do not grieve:
For if the darkness and corruption leave  
A vestige of the thoughts that once I had,  
Better by far you should forget and smile  
Than that you should remember and be sad. 


Suka banget sama puisi ini. Pertama kali aku tau dari novel Eclair yang aku baca. Awalnya cuma sepenggal bagian awalnya. Tapi aku langsung tersentuh dan interest. Kalau baca puisi ini yang aku inget selalu 3 hal : 1. Kamu 2. Novel eclair 3. I miss you



Laguku Bercerita


Only Hope - Mandy More
There's a song that's inside of my soul.
It's the one that I've tried to write over and over again
I'm awake in the infinite cold.
would you sing to me
over and over again
So, I lay my head back down.
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray, to be only yours
I know now you're my only hope.

Sing to me the song of the stars.
Of your galaxy dancing and laughing and laughing again.
When it feels like my dreams are so far
Sing to me of the plans that you have for me over again.

So I lay my head back down.
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray, to be only yours
I know now, you're my only hope.

I give you my destiny.
I'm giving you all of me.
I want your symphony, singing in all that I am
At the top of my lungs, I'm giving it back.

So I lay my head back down.
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray, to be only yours
I pray, to be only yours
I know now you're my only hope.