Senin, 19 Desember 2011

Bear's Family story part#2

Di sepanjang perjalanan menuju café semesta tempat nongkrong kita sehidup-semati (halah lebay wkakaka) Si blekswit Salsa udah ngomel-ngomel lagi di jalan. Dia teriak dari belakang enggak tau malu dan berasa itu jalan baciro punya dia sendiri.
 "Gimana nih, taxi belakang ngelakson terus" teriak Salsa sambil ngasih kode buat ngeliat si taxi putih eh apa biru ya ah lupa
"Ah biarin aja anggep aja bapaknya iri sama keseksian kita" jawabku spontan lebih enggak tau malu lagi. Halo! Gue ngelawak again
Tiba-tiba si baby bear Vida tanya enaknya belok kanan atau lurus. Aku jawab belok kanan aja. Tapi ujungnya lurus juga. Salsa dibelakang udah protes lagi ngece dikiranya kita enggak tau jalan. Kumpret ki Salsa pelecehan =_=
Dan setelah menyelip truk, diselip motor yang orak tata, belok kanan, belok kiri di iringi gerimis aww so sweet #apelu sampai deh di cafe semesta. Kita langsung masuk dan order pesenan. Seperti biasa duduk di tempat tongkrongan biasanya dan nunggu pesenan dateng sampai si Mamah bear Dina dateng. Dengan dandanan serba ungu layaknya kembang perawan deh hahaha.
Disana hingar bingar pelecehan dan lawakan satu sama lain tumpah tanpa dosa. Di mulai dengan pengikhlasan Salsa nunjukin foto hinanya dalam episode jurus sim hina. Lalu dilanjutkan Vida dengan episode Endang Soekamtinya. Sumpah ke empat gadis tolol ini ketawa tanpa dosa dan enggak tau malu, berasa itu cafe dunia mini mereka. Now, menuju klimaks percakapan enggak genah itu ketika aku-dengan-bego-koplak-enggak sadar-tolol-pedenya-diucapin berkali-kali mengucapkan sebuah kata kemarat buatku sekarang yaitu sparing (baca: sparing no spering)
"Harusnya hari ini aku itu ada sparing, tapi enggak jadi ajalah" seruku dengan suara sekseh khasku
"Ciee yang anak basket sekarang" celetuk Dina
"Sparing sama mana e?" tanya Vida sambil nyeruput cokelat panasnya
"Mbok itu Din kamu ikut juga hahahaha" Si blekswit ikut nambahi juga 
"Sparing sama SMA *sensor* *sensor*" jawabku polos
Kemudian hal yang tidak diinginkan terjadi jeng jreng, lalu hening panjang *siiiiing* Dan di sambung tawa yang meledak dan mempermalukanku di warkop itu! Tidaaak donyaku runtuh seketika -_-
"Hahahaha.... apa La? Sparing (baca: sparing)" seru Sister bear Salsa sambil cekikian
"Sparing (baca: spering) kalik La, bukan sparing (baca: sparing)" tambah Dina ikut-ikut ketawa enggak berdosa gitu
"Halo! 2011 sparing (baca: sparing) La hahahahaha...." asem dan iki Vida melecehkan puool
Asem rasane kaya diguyur minyak dan aku ditempeli bulu-bulu ayam. Seriously aku malu setengah modyar iki errrr... Parahe dibahas terus dan berulang-ulang sampai sekarang, kurang ajar kok trio bears kae *siap-siap ngasah golok*
Lanjut lagi ketika Dina dengan tidak sengaja nambai daftar hinaan konyol kami,
"Eh... sumpah temen-temen sekolahku juga sukanya gitu. Cacatnya kita dibahas berkali-kali nyampe seumur hidup paling" celetuk Dina yang masih ngakai sparing ala Lala.
"Haa? emang gimana e Mam?"
"Jadi pas kelas satu kan aku dijemput bapakku nah pas bapakku dateng aku teriak bilang gini HURAY! MY DADDY PICK UP ME! hahahaha" omyang Dina sambil ketawa mempermalukan dirinya tanpa malu wkakakaka ngakak mampus nek iki...
Dan tawa kamipun lepas selepas lepasnya,
"Apa Din? Pick up me?!" pertegas Salsa yang memberikan penekanan pada kalimat keramatnya Dina itu
"Hahahaha pick up me og piye, pick me up kalek wkakakaka" Seruku dan Vida sambil ngakak ora kuat
Perbincangan koplak dan enggak tau diri itu pun terus berlanjut dengan lemparan-lemparan hina kelakuan kami satu sama lain. Dari bahas soal Endang Soekamtinya Vida, Sparing, Jurus SIM hinanya Salsa, Pick up me, episode kawat giginya Vida, artemy alone, dan semua hal konyol yang kita lalui. That's lol day, and we'll remember that =))
Setelah berjam-jam nongkrong edan di sana, kami pun bosan dan melanjutkan ke next destination kita yang sejujurnya lagi enggak tau mau kemana. Kata orang jawa bilang orak duwe tujuan hahaha
Sebelum kita away dari warkop itu, Dina-Vida-Salsa sholat ashar dulu dan aku menunggu mereka sambil membenarkan posisiku bak posisi foto model #eaaak Mereka yang melihatku dari balik tirai bambu pembatas mushola kecil menertawai posisiku, aku pun lantas berteriak dan menyuruh mereka segera. Kesuwen kok mereka ki =_=
Akhirnya merekapun selesai sholat dan kita kembali duduk memikirkan kemana selanjutnya kami pergi dan awkward moment lagi. Dina teriak kalau orang yang mirip Pak Sulis (guru les fisikaku, Dina dan vida) datang lagi ke situ. Sontak kami pun berbarengan menoleh ke arah Bapak yang kami panggil Pak Sulis's twin itu. Terekdungdez, eh bapaknya itu noleh ke arah kita dengan tatapan elangnya bahahaha kita pun panik dan langsung balik ke posisi semula sambil umak-imik enggak jelas. Masih ngelanjutin umak-imik bahas Pak Sulis's twin ternyata si bapak itu lagi order dan sesekali melirik ke arah kami. Suasana memewarkop pun melanda, udah enggak betah dan ngeri dewek kami pun cepat-cepat away dari situ pergi sejauh-jauhnya yang penting enggak ketemu Pak Sulis's twin itu hahaha and here we go to the next destination diringi mendung yang semok...

*bersambung ke episode bank dan raminten...







Tidak ada komentar:

Posting Komentar