"Salsa lama banget sih!" Vida uwes ngamuk dengan ancang-ancang ngeBBM Salsa
"Udah to Vid, percaya dia ngendarai lhak kayak orang mabuk" Aku sambil liat jalan (Btw jadi inget jurus sim hina dan foto sim mabuknya Salsa ki hihihi)Eng ing eng, dan Salsa pun datang dengan sweater rajut blekswitnya dan rambut keriting berkibar. Aku dan vida pun langsung turun ke bawah secepat mungkin dan kita bertiga langsung cuss ke Cafe Lir. Sampai di daerah yang konon katanya Mas Giri tempat keberadaan Cafe itu, aku sama Vida mulai sok tahu! Sok lewat jalan ini, belok gang itu dan ngonolah. Salsa di belakang udah teriak sewot agak panik meragukan kami
"Heh, kalian tau jalan ke sana enggak sih? Jangan-jangan ini pertama kali kesana dan enggak tau jalan" celetuk Salsa meragukan dari belakang, rupane uwes ra penak hahaha
"Biasa kita sok tau deh ini kayaknya hehe" Jawabku pakai stylenya si HaritsSetelah beberapa jalan dan gang yang kita bertiga asal lewati dan masuki sampai diliatin bapak-bapak angkringan, di ndlongopin bapak-bapak sama mas-mas kompleks situ akhirnya kami nyerah dan tanya. Well, iki selalu jadi bagianku. Dengan pede dan langkah seksehku aku masuk ke salah satu butik di situ
"Maaf Mbak di daerah sini ada cafe Lir enggak ya?"
"Haa? itu nama orang atau tempat ya mbak?" batinku nama tempatlah mbak, ngelawak -___-"
"Nama tempat mbak...."
"Alamat pastinya ada?" tanya mas-mas dengan style you-knowlah kayak apa dari belakang mesin kasir
"Enggak ada mbak, mas..."Saking malu aku pun menutup pembicaraan ra cetha itu dan pengen cepet-cepet keluar sebelum aku die karna malu disana ha-ha-ha. Di luar Vida dan Salsa sudah menungguku dan nyoh tak bawain badnews. Pas banget yah udah mendung campur gerimis, enggak ketemu cafe Lirnya, malu, dan udah nggembel di pinggir jalan tinggal backsoundnya kecewa-bcl ki eaaaa.
Rasanya getun banget iki -_- oh cafe Lir emang bikin keliling-keliling dan Mas Giri emang pas ngomong ngelindur itu (kata Vida). Lalu si blekswit Salsa mengeluarkan jurus terampuhnya, eaaa daftar tempat-tempat hangout. Setelah mikir-mikir-mikir dan galau dipinggir jalan akhirnya kita ke Semesta Cafe again! Seriously, memuaskan Salsa dan membosankan aku dan Vida. Yup, kita pancaaaal ke sana...
*Bersambung....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar