Jumat, 30 September 2011

Puisi

"Remember me when I am gone away...
Gone far away into the silent land...
When you can no more hold me by the hand...
Nor I half turn to yet turning to stay...."

Christina Rosseti - Remember


- Eclair Pagi Terakhir di Russia -

Membaca

Aku mencoba membaca eclair kembali. Mencerna setiap kata yang tertulis dan aku baru sadar pipiku basah. Beberapa aliran sungai telah mengalir dengan kecepatan yang tidak begitu deras. Aku seperti mengingat sesuatu kembali. Aku diam dan sadar. Sadar alasan mengapa berat bagiku untuk membaca novel ini. Novel ini indah, dan kalimat pertama yang ku baca dari novel ini sudah mencuri hatiku. Bahwa kenyataanya bayangan seseorang dan guratan-guratan kejadian beberapa hari lalu melintas berkali-kali dengan kecepatan luar biasa. Hatiku sakit... Konyol bahwa tiap lembar halamannya selalu tersisip bayangannya dan membuatku begitu berat membaca. Semacam hal tidak bermutu dan suatu bentuk ke egoisanku dalam meluapkan emosiku. Aku bodoh membacanya membuatku menghadirkan sosoknya kembali

Mangkel

Aku enggak tega dengerin curhatannya Vita. Sumpah aku bingung, para lelaki itu maunya apa to? Kenapa kalian kayak gitu? mbok mikir enggak mungkin kita para perempuan yang memulai duluan. You know, stupid things!
Aku tau enggak cuma perempuan yang pengen di mengerti, tapi lelaki juga. Tapi mikir dong please, untuk hal satu itu perempuan enggak mungkin bisa bergerak lebih dulu. Kalau kalian emang jantan dan bertanggung jawab harusnya kalian para lelaki kasih kepastian

Nothing

Mau tau apa yang aku rasain?

Aku masih sayang, tapi aku enggak tau harus apa atau gimana

Aku mau jauhin tapi kenapa selalu kayak gitu akhirnya




kusuttttttttttttt

Acak

Bukankah memang aku sudah mundur
Sedangkan apa yang aku lakukan sekarang ini hanya sekedar untuk menyenangkan hatinya?
Tidakkah yang aku lakukan membuatnya senang, namun membuat hatiku tak tenang
Bahwa aku selalu berusaha mencari cara untuk tidak bertemu dengannya di kesempatan apapun
Meskipun tidak sengaja bertemu suatu saat nanti, aku tidak tau seperti apa sikapku nanti

Kalau

Kalau aku ingin mundur lagi bagaimana?
Kalau aku ingin menjauh lagi darinya boleh?
Kalau aku ingin waktu sendiri tanpa ada dirinya di hidupku di ijinkan?
Kalau aku ingin membuangnya dari hidup dan perasaanku bagaimana?
Kalau aku ingin melakukan hal apa saja meski itu jahat untuk lepas darinya boleh?
Dan...
Kalau itu semua aku lakukan di ijinkan?

Share with him

Selalu mudah untuk menceritakan apa yang sedang terjadi padaku kepadanya. Mudah bagiku untuk meluapkan emosi yang selalu aku tahan dari orang sekitarku kepadanya. Dan selalu mudah bagiku menunjukkan sisi kewanitaanku dalam kategori lemah atau lelah di hadapannya. Mengapa semudah itu membicarakan semua hal kepadanya tanpa ada satupun terkadang aku tutupi?

Bisa jadi aku merasa nyaman bercerita dengannya. Tapi tidak nyaman bagiku ketika aku melewati pagar pembatas dan ternyata aku terlalu menunjukkan sisi kewanitaanku yang lemah. Aku mulai kesal dan malu, aku tidak mau menunjukkan bahwa aku selemah itu walau memang kadang aku di titik puncak kelelahanku. Tapi aku tidak mau terlihat begitu kasihan, apalagi di depannya. Aku sangat tidak suka.

Dan aku selalu merasa lega ketika aku sudah selesai bercerita apa yang terjadi denganku padanya. Seperti mendapat suatu dorongan yang baru. Mungkin terlihat jahat ketika aku bilang, aku mencarinya dalam keadaan dua hal. Pertama ketika aku butuh sebuah informasi yang jelas darinya dan itu selalu menyangkut apa yang aku kerjakan. Kedua ketika aku merasa aku butuh teman bercerita dan seingatku aku selalu jarang memintanya menemeniku bercerita. Mau bagaimana lagi, tidak ada hal yang sekiraku harus aku katakan. Sejujurnya tidak mungkin aku memulainya lebih dahulu. Aku seorang wanita dan melakukan hal seperti itu bukanlah hal yang wajar menurut kaum kami.

"You may not know how deep a woman's heart. A woman just needed to understanding and caring" 

Find the answer

'Perempuan itu selalu di posisi yang serba salah' - V
dan aku menjawab dengan tersenyum bangga,
'Tapi aku bangga menjadi seorang wanita' - L

Apa yang salah dan kurang dari apa yang aku lakukan? Untuk bersikap pun aku bingung, bahkan ketika aku sudah membuat suatu keputusan pun semuanya kandas. Entah mengapa aku menjadi seorang yang tidak konsisten seperti biasanya. Selalu ada sesuatu yang datang tiba-tiba tanpa permisi...

Lalu mengapa semuanya selalu seperti ini. Sebodoh itukah aku menjadi seorang yang selalu mengulang kesalahannya berkali-kali. Aku sadar pada akhirnya semua akan terjadi seperti itu juga, dengan pola yang jelas aku tau kesamaannya. Kenapa juga masih aku lakukan? Aku bingung.

Satu hal lagi yang belum pernah kutemukan jawabannya...

'Biarkan perasaanmu mengalir apa adanya' - I
dan aku menjawab dengan riang,
'Iya memang semakin di tahan malah menyakitkan, tapi harus bagaimana aku juga enggak bisa selamanya seperti ini. Seolah selalu ada yang membuatku tidak bisa lepas darinya' - L

Pointnya adalah aku selalu mengalah. Mungkin aku memang orang yang mudah kasihan dan terlalu baik. Aku selalu merasa kalah bila mana menghadapi masalah itu. Aku pun tidak pernah tahu mengapa perasaanku bisa tidak sesinkron ini dengan logikaku. Mengapa logikaku kalah menghadapi perasaanku? Mengapa pada akhirnya semua kembali seperti ke posisi itu lagi? Dengan label, dia bahagia, aku galau...

Satu lagi hal yang belum aku dapati alasan yang rasional dan jelas...

'Nggak cuma dia, semua orang itu susah di tebak pikirannya.' - A
dan aku diam, menghembuskan nafas lalu menjawab,
'Dia adalah orang pertama yang tidak bisa aku tebak jalan pikirannya' - L

Menebak-nebak apa yang orang pikirkan dan rasakan, ada hal yang terkadang aku suka lakukan, selalu ada hal baru yang menarik aku temukan. Bagaimana suatu masalah itu sebenernya memiliki sedikit kesamaan, akan tetapi setiap orang punya caranya sendiri. Bahkan perasaan itu memiliki keunikan tersendiri. Tapi aku selalu takut dan merasa salah ketika aku mencoba membaca apa yang sedang ia pikirkan dan mungkin rasakan. Perhitunganku dan prediksiku selalu meleset, aku tidak tau apa yang membuat meleset. Mengapa begitu sulit membacanya, bahkan ketika aku berkali-kali flashback aku tidak menemukan suatu jawaban yang pasti. Semuanya ambigu, dan aku selalu takut akan hal itu. Seperti sebuah buku, aku tidak pernah tau kapan selesei membacanya, selalu ada kejutan baru yang aku temukan di halaman berikutnya...

Satu pertanyaan lagi yang belum aku temukan jawabannya dan membuatku penasaran dan takut...

Rabu, 28 September 2011

Novel

Inget banget seumur hidup baru kali ini aku enggak kuat buat ngelanjutin baca sebuah novel. Aku udah pengen banget baca novel itu dari dulu, baru berapa minggu yang lalu ke sampaian dan nyatanya aku langsung stop di halaman 64 dan enggak kuat baca novel itu lagi. Isinya bagus, dari awal kata-katanya udah ngelumerin hati, tapi ada sesuatu yang buat aku enggak tahan rasanya buat ngelanjutin baca novel itu.

Dalam hidupku ini kali pertama aku enggak mau membaca, apalagi baca novel. Padahal aku suka banget baca novel, sampai kadang di rumah bertumpuk novel udah minta buat di baca. Sekarang malah aku buat ngelirik aja rasanya sesuatu banget.

Enggak ngerti aku kenapa jadi kayak gini. Ada hasrat dalam hatiku mau baca, tapi di lain sisi ada bisikan yang nahan. Please, i wanna read this novel. Setidaknya aku pengen ada yang bacain novel itu buat aku. Entah seberapa berartinya novel itu buat aku? Yang aku pengen baca atau mendengarkan orang membacakannya buat aku. Pengen banget........

- pagi terakhir di Russia -

Bahagia dan Terharu

Kalau kali ini aku beneran bahagia dan terharu. Bener-bener merasa disayangi banyak orang. Terimakasih untuk semua temen-temenku yang udah bersabar menghadapi sikapku yang selama dua bulan ini freak abis, untuk dorongan semangat dan motivasinya. Serta quotes wajib untuk yang bertuliskan 'Lala harus bahagia, mpc (mboh piye carane)' hahahaha jadi pengen ngakak sampai nangis. Bahagia sudah di ikhlaskan oleh someone in another place. Rasanya aku udah mulai bisa menikmati diriku yang dulu, udah mulai bisa mengembalikan semuanya ke letak semula yaah walaupun enggak semua. Pokoknya peluk cium terimakasih untuk kalian semua, maaf enggak ada yang aku bisa sebutin satu-satu disini makasih (s, a, v, s, i, v, d, l, h, c, dll) :'))

Texting

 Aku bingung antara salah dan benar sekarang. Aku merasa salah kenapa aku malah texting dia :( padahal aku tau aku lagi dalam masa menghindar. Aku jadi merasa aku enggak bisa nepatin janjiku sendiri. Sebenernya aku udah berusaha mungkin menjadi orang yang menepati janji . Tapi kali ini aku ngerasa malah ingkar :( Mau gimana cuma dia orang yang aku tau isi lengkap buku fiksi itu. Aku bener-bener udah kalut, buat baca lagi buku fiksi itu berat. kayak ada sesuatu yang ngeganjel. Padahal aku pengen banget baca, itu buku fiksi favoriteku :(

Maaf, kalau aku malah jadi enggak nepatin janji gini. Aku udah bingung harus gimana, aku takut kalau aku enggak tanya isinya tugas dan tanggung jawabku keteteran, aku enggak mau kena semprot lagi. Sedih banget waktu dimarahin. Maaf aku egois mentingin mauku kali ini. Setelah itu aku bakal enggak ganggu lagi kok, tenang aja :)

Cerita Pesantren

Entah di terpa angin apa, tapi aku mau main flashback :)
Kejadian sekitar udah satu bulan lalu sih tapi aku lagi pengen mengenang sesuatu. Sebenernya emang udah aku mau posting di sini, cuma biasa malas itu menyerang hahahaha :)

Ceritanya waktu pesantren kilat kemarin. Sumpah seumur hidup baru kali ini aku nikatin yang namanya nyantren, malah pengen lagi hahahaha (saking santainya kalik ya :D). Pokoknya asik banget, bisa sekamar sama gadis-gadis sepuluh empat. Ketawa bareng, ece-ecean (kayak biasa objeknya tetep aku yang disiksa -____-) mandi bareng eh sendiri-sendiri tapi, tidur rame-rame yang jelas curhat alias begadang full di malam terakhir hahahaha

Kalau inget sumpah kelakuanku ih frik abis. Taukan aku dari kecil phobia berat sama gelap dan hantu. So, itu komponen terngeri dalam hidupku iuhhh banget pokoknya. Nah kamar yang tadinya aku pakai itu, serius auranya medeni abis apalagi wisma anak perempuankan di belakang sendiri, you know itu nambah kesan horor abis (dramatisasi biar tambah hot wkakaka). Firasatku ah udah campur aduk enggak karuan. Ngeri eh, bulu kudu berasa lagi posisi siap, naik semua coba dan itu enggak well -__-

Mana waktu itu aku sakit, badan rasanya udah mau banting diri ke kasur. Eh pas acara muhasabah aku The Djavu wedan tambah horor, udah firasatku tambah nggak karuan. hebatnya Lisa cerita yang horor tentang itu lokasi, mampus habis sudah diriku x_x.

Malemnya (klimaks ini! ) Ida datang dengan membawa cerita mistis, wess aku di takutin dan pecahlah tangisku. Rasanya enggak karuan banget dan malu (eaaa banting malu lagi =_=) enggak enak sama temen-temen, sampai bikin mereka panik ngiranya aku kesurupan coba zzzz-____-

Terus aku langsung di tenangin dan malemnya sama kakak mentornya suruh baca doa-doa gitu biar tidurnya tenang. YaAllah bikin tambah mencekam emang. Yang semula rencananya malem itu mau begadang, gatot (maaf ya gara-gara aku :( ) dan semua tidur. Kecuali? Jelas aku tentunya. Aku susah tidur, enggak tenang. Di  hati kayak ada yang ganjel gitu :( aku cuma bisa dzikir dan membayangkan sesuatu yang indah -_- apa banget yaah tingkahku ini -___-

Dan tiba-tiba hapeku getar. Shocklah aku, siapa coba yang sms malem-malem gitu. Seingetku sekitar jam sepuluhan. Kaget banget sumpah waktu baca isinya dan ternyata yang ngirim itu tuh.... ndlongop aku tapi enggak ndlongop banget, mood udah ancur. Jadi aku balesnya setengah moody dan enggak sadar. Aku capek banget jadi langsung pamit, enggak sempet ngobrol banyak. Malu sih pakai acara bilang ke dia kalau aku habis nangis gara-gara itu. Pesti dia mbatin, apa banget tingkahku ini. Ah ya sudah semua ucapanku sudah terlanjur terucap lewat pesan singkat itu. Dan terakhir aku dianterin tidur dengan ucapan 'good night and sweet dream buat kamu ya :)' aaaaaaaaaaaaah aku capek dan enggak aku bales saking mumet dan lemesnya badanku. Toh aku juga setengah sadar jadi belum konek -___- (emang aku lemot sih zzz)

Aku kira habis itu aku tidur, malah tambah susah tidur. Udah agak lama dan aku tenang, aku nyoba baca ulang lagi smsnya. Dan aku baru sadar total tadi dia bilang apa ke aku. Seneng tapi juga nyesel kenapa tadi aku emosi dan minta pamit, malah waktu itu jadi bingung mau ngapain karna susah tidur. Hatiku luluh setika, lalu aku lupa beberapa hal horor tadi. Serasa wajahku langsung dilukis dengan senyuman :) Makasih yaah :)

Kalau inget kejadian pesantren emang moment yang bener-bener moment banget hahahaha. Ngenang banget dan bikin bisa aku senyum-senyum sendiri kalau inget kejadian dua malam itu. Jadi bikin kangen ngobrol dan cerita sama seseorang. Inget banget malem sebelumnya udah sms sih, dan aku di suruh bawa celana olga. Sebenernya aku udah males mau bawa, entah kenapa dia yang bilang aku langsung bela-belain ngambil celana di lemari dan masukin ke tas. padahal posisinya aku udah mau tidur itu. Ya ampun gila abis emang hahahaha :) Kalau dulu setiap dia ngasih saran, awalnya aku nolak entah kenapa ada yang gerakin hati buat ngikutin. Ah itu dulu waktu sama dia. Kalau sekarang? yah harus aku sadar sendiri, padahal aku ini kurang peka orangnya dan sama diri sendiri enggak perduli amat. Beneran jadi pengen ke masa itu, pengen sekali lagi eh enggak pengen berkali-kali :)

Nyesek Tugas

Sebenernya udah telat kalau mau cerita ini, tapi uh ini ganjel banget di hati.
Okey flashback kejadian beberapa hari lalu, aku tau emang aku sih yang salah. Harusnya aku juga nggak nekat ngelakuin itu, tapi pas seminggu itu bener-bener aku berantakan banget. Walhasil pas rapat kali itu aku dimarahin. Iya aku tau maksudnya itu baik, tapi cara penyampaiannya itu kurang gimana ya, kurang sreg. Aku merasa kayak udah jatuh baanget dimata penggede-penggede itu. Kayaknya udah jelek banget dan total ngelanggar kode etik. Iya aku salah, tapikan di sini aku posisinya juga lagi belajar. Secara aku juga udah lama banget enggak terjun di dunia itu jelas many things i forgot it -____-"

Sedih banget kalau inget, rasanya kayak dibanting dari lantai dua ke bawah, kerasssss
Bikin down emang, tatepannya nakutin apalagi sikapnya. Aku salah tapi tolong aku juga di sini belajar dan perlu bimbingannya. Bener-bener habis itu lidahku kelu, daftar capekku makin numpuk. Jujur aku tertekan dan frustate, aku ngerasa rendah banget (maaf jadi lebay gini -__-) Jadi takut eh dan drop rasanya duh...

Semoga aja aku bisa cepet nyelesaiin. Aku udah maju, dan enggak mungkin aku mundur :)
Okey semangat Lala!!!!!!!!!! Aku pasti bisa, dan semoga bisa semuanya menjadi lebih baik. aminamin dan semoga sikapnya mereka ke aku besok ketemu udah biasa kayak enggak ada apa-apa aminamin :')))

"We can learn alot of things from past. Sometimes it's hurt us. But the most important lesson after we can learn is we can be a good person in the future. Keep spirit and don't give up. Live is survival"

Rabu, 21 September 2011

Menulis Rindu

Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu Aku kangen kamu.........

"Mau aku tulis berapa kali pun sampai keyboard jebol, selalu aja perasaan rindu itu menyisip. Seperti angin yang selalu diam-diam menyisip melalu celah-celah dinding. Rindu kamu itu kayak gitu. Tapi dengan nulis kayak gitu, sedikit mengurangi rasa kecewa di hati. Tenang aja, aku udah mulai bahagia kok :))"


- tanpa copas -

Selasa, 20 September 2011

What's wrong?

Sebenernya yang aku butuhin sekarang adalah waktu untuk menerima semua ini. I want more times. Aku butuh waktu untuk menerima apa aja yang udah sepekan ini terjadi. Nggak segampang bilang, realisasinya itu sulit.  Kadang merasanya itu berat banget. Aku udah mikir berkali-kali dan entah kenapa tiap kali jawaban udah di depan mata, cuma tinggal ambil aja langsung menghilang lagi.

Aku juga mikir yang salah itu apa. Apa yang kurang dari aku? Apa yang salah dari aku? Bahkan apa yang enggak beres dari aku?

Bener-bener hal yang random dan absurd banget. Semakin aku melangkah semakin sesuatunya terjadi. Kadang pengen bisa baca hati atau apa yang lagi dipikirin orang :))

Atitude

Merasa satu minggu ini bakal kerasa banget capeknya, serius deh -___- Capek bener-bener bikin mangkel dan bikin perasaan ngelu, duh.... Jujur sih aku emang cenderung ngehindar dari beberapa orang di sekitarku. Entah antara takut atau aku emang malas karna pasti ujungnya mengungkit tentang ehm Dia. Aku juga enggak ngerti sama pikiranku sendiri, yah terutama perasaanku gimana.

Kalau orang liat pasti aku terkesan berlebihan dan khususnya jahat banget sama dia. Iya aku emang ngeblock akunnya dia. Kalau enggak gitu bisa makin..... (tebak dan isi aja sendiri hahahaha). Aku emang di taruh dalam posisi dimana aku yang jahat dan dia enggak. Salahin aja terus sana. PUAS!!!!

Lama-lama mangkeli sendiri e. Aku tu udah males. Udah ah membenci dia. Udah aku mau buang dia, mau dia ada di depanku sekalipun aku enggak bakal liat kalau ada. Aku udah kebacut benci banget. Sumpah ya emang ini keliatan maksa banget. Tapi aku juga punya kehidupan dan aku harus BAHAGIA!

Udah capek eh gini terus. Aku sadar dan inget dulu aku enggak pernah kayak gini. Okey mungkin kata-kataku seakan aku nyalain dia, iya emang tapi aku juga tau enggak sepenuhnya salahnya dia. Aku tau aku juga salah. Tapi mau gimana lagi. Caranya emang harus kayak gini! Aku sendiri harus ngeracuni perasaanku buat jauhin dia, semua ngerti maksudku kan. Please aku pengen setidaknya aku enggak selarut ini. Hidupku harus jalan, banyak yang masih harus aku kerjain.

Maaf kalau emang caranya harus sejahat ini. Tapi aku udah ashambuhlah. Emang harus seketerlaluan ini. Enggak tau kalau ketemu orangnya bakal bisa baik atau enggak

Sabtu, 17 September 2011

Random

Waktu itu berputar dengan cepat dan aku selalu saja tertinggal dari putarannya. Semuanya udah selesei? Have done. Menjauh? Mundur? Mengeblock accmu? Maumu, apa sih yang enggak buat kamu :))

Semua selesei kan? Harusnya aku bahagia dan merayakannya. Merayakan dengan showeran paling. Tapi sama saja kata-kataku mulai habis.

Langit malam ini mendung

Mundur

Mundur...
Enam huruf, satu kata yang mungkin kali ini aku akan ambil dan lakuin. Aku udah capek, mungkin lebih tepatnya bimbang. Bimbang sama perasaanku sendiri sebenernya kayak gimana sama dia? aku bingung harus bersikap gimana juga sama dia. kayaknya semua yang aku lakuin itu serba salah. di lain sisi aku juga bingung yang aku rasain itu gimana. jujur mungkin awalnya aku cuma mengagumi aja, tapi seiring jalan waktu mungkin perasaan itu semakin dalam iya memang makin dalam. Bayangin aja, di hitung-hitung udah sekitar 14bulan aku nyimpen perasaan ini.

Buat beberapa orang pasti enggak percaya sama yang namanya cinta pada pandangan pertama atau istilah dari mata turun ke hati. Tapi aku percaya! Kenapa? Karna aku ngerasaain itu sendiri. Ini bener-bener hal ter tidak rasional dalam hidupku. Pertama kali liat dia, dan pertama kalinya ada yang bisa gerakin hatiku setelah aku jatuh karna sesorang di masa lalu. Rasanya kayak ada sesuatu baru dateng dan itu bahagia banget rasanya.

Rasanya kayak kamu bangun di pagi subuh, hawa sejuk pertama kali nerpa wajahmu. Seger banget. Terus kayak matahari pagi hari, sinarnya yang pertama nyentuh tubuhmu. Hangat, dan aku suka sinar matahari di pagi hari. Dan kayak hujan yang turun setelah lama enggak turun, aroma tanahnya tercium pekat. Aku suka hujan dan pelangi setelahnya. Kayak liat langit biru yang luas dan hamparan awan, hatiku tenang. Mungkin kayak itu yang aku rasain.

Sekarang aku enggak berani apapa. Aku bingung dan bimbang. Bingung dan bimbang atas perasaanku terutama keambiguan sikap dan perkataanya. Aku udah merasa cukup lama-lama menebak itu dan kini aku mulai, ah entah mulai ragu atau takut. Aku tau aku selalu salah menebak dan aku juga takut jatuh, aku takut jatuh sejatuh-jatuhnya :(

Aku harus gimana? Aku juga nggak mau salah ambil? Tapi mungkin lebih baik kayak gitu. Aku mundur. Mundur dari semuanya. Mundur dari hidupnya. Mundur dari perasaan ini. Selamanya..........

Jumat, 16 September 2011

Laguku Bercerita

eriWhen You T ell Me That You Love Me

I wanna call the stars
Down from the sky
I wanna live a day
That never dies
I wanna change the world
Only for you
All the impossible
I wanna do

I wanna hold you close
Under the rain
I wanna kiss your smile
And feel the pain
I know what's beautiful
Looking at you
In a world of lies
You are the truth

And baby
Everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe
No matter where you are
And bring you
Everything you ask for
Nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me

I wanna make you see
Just what I was
Show you the loneliness
And what it does
You walked into my life
To stop my tears
Everything's easy now
I have you here

And baby
Everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe
No matter where you are
And bring you
Everything you ask for
Nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me

In a world without you
I would always hunger
All I need is your love to make me stronger

And baby
Everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe
No matter where you are
And bring you
Everything you ask for
Nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me

You love me
When you tell me that you love me

Enggak tau kenapa pengen aja posting pakai lagu ini. Emang sih ini lagu lawas banget  hihihi. Tapi coba deh di dengerin, terus di pahamin liriknya. Rasanya ngena gimana gitu hahaha. Liriknya simple, mudah di pahamin. Tapi maknanya dalam, serasa di bawa berkeliling ke galaksi bima sakti (wkakaka sok banget yaah, kayak udah pernah aja)


"I miss you, but so hard to telling you. I know i wrong, if i missing you. But heart never lies. I'm sorry, i miss you"

Kamis, 15 September 2011

a crazy little things today

Nggak tau harus senang atau sedih sebenernya. Oh atau malah nyesel atas apa yang terjadi. but, so nonsense semua udah terjadi dan lihatlah seperti apa aliran airnya nanti :))

Okey, may be it's a crazy little things today. Antara pengen ngakak dan mangkel. Secara polahe Lisa sama Injod (mereka sahabatku :)) ) sumpah nantang abis -__-" gimana nggak nantang. masa bisa-bisanya si Lisa ngeBBM si itu tuh, bilang kalau aku titip salam. lhah awalnya aku kira cuma bercanda, yaudah aku biarin. EHH! dikirim beneran njug delivered, di read dan di reply. modyaaar koe La! hancur reputasimu untuk menjauh dari dia (maaf kalau lebay, baru emosi hahahahaha)

Iya sih awalnya aku emang yang usil sok nyerempet, tapikan aku nggak nyangka bakal beneran. Mana tambah parah lagi mereka balesnya, sumpah macem-macem banget kok mereka. duh......... yaAllah berasa nggak hidup aja ini.

Mana si Lisa pakai acara "besok aja aku kasih tau di sekolah" jegleeeeeeeeeeeer! apa lagi coba tuh, yaampun pasrah aku pasrah x_x

Yang aku pikirin gimana perasaanya dia, aku jadi enggak enak dan ngerasa berasalah. tuh kan aku jadi mikir dia bakal mikir macem-macem. aku beneran enggak enak :(((

Rabu, 14 September 2011

The idiot things, may be help someone

Aku setidaknya udah tau apa yang terjadi, dan sedikit menerka-nerka apa yang terjadi sekarang. okey sesuai maumu dan mau kalian aku hanya di perkenankan untuk diam dan menyaksikan film itu berputar. entah rasanya pengen aja loncat masuk ke dalam film, ah tapi enggak bisa. aku harus tahan, waktunya tidak tepat dan itu bukan kapasitasku :))

Mungkin ini suatu keajaiban atas permintaan doaku selama ini pada Allah SWT, dan kebodohan beberapa hari yang aku lakuin. yang malah bikin jarak diantara aku dan dia. mungkin untuk sementara lebih baik gitu. dengan kayak gitu aku lebih banyak intropeksi diriku sendiri. dilain sisi bersyukur adalah dia sudah tau tentang itu dan waktu pertemuannya dengan yang lain dia enggak kaget. setidaknya hal bodohku membawa sedikit pertolongankan, iya enggak sih? hahahaha mungkin hanya pikiran aku aja, tapi semoga memang seperti itu :))

Dan sekarang aku bisa lebih tenang lagi :))

Selasa, 13 September 2011

Restart

Aku merasa 'why i'm so weird today?' dan aku menjawab 'i don't know what happend with me...'
Aneh, iya aku aneh. mendadak moodku bener-bener cair kayak es kutub utara pada cair saking panasnya (weesh lebay, opo banget zzz) Rasanya hati jadi ringan, beban di hati sama pikiran ilang semua. aah plong gitu deh hahahaha.

Aku juga udah nyoba balikin ke posisi semula. walau aku sendiri yakin, itu juga impossible. semuanya  udah banyak yang berubah dan bakal terus berubah :')

Pertama, aku mulai active twitterku lagi. yaah emang baru sehari lebih dikit mungkin tak deactive (duh.... labil banget emang. namanya juga anak remaza zaman zekarang wuahahahaha :D).

Kedua, aku deleting tweetsku yang lama, yang sekiranya emang cadas banget buat di baca dan gilani alis nggalau banget wkakaka.

Ketiga, aku mulai unprotect lagi twitterku, entah udah kali keberapa aku lupa. sumpah iya so labile -___-"

Keempat, okey aku emang baik, bahkan terlalu baik. udahlah biar semuanya berlalu dan berjalan kedepan yang lebih baik. iya, aku nge-unblock twitternya si itu 01 hahahahaha. aku merasa percuma aja sih, pada akhirnya yang aku liat selama beberapa hari ini keadaan mulai berangsung stabil dan baik lagi (semoga memang kayak gitu :') ). aku juga merasa sia-sia ngeblock dia, dia juga masih bisa buka twitterku dengan cara lain (kalau dia buka sih hahaha pede B) ). So yaudah aku unblock lagi aja deh

Kelima, mulai deh ngetweet yang ceria gitu hahahaha *kode* *kode* *kode* clingggggg.... wussssh.....

Keenam, ini yang paling nantang (kalau menurutku sih biasa aja ya, tapi enggak tau yang lain mikirnya gimana) aku ngefollow lagi si itu lho si 01!!! *hening kriuuuk* Jujur aja sih, bagi yang belum pada tahu, kalau sebenernya udah dari dulu aku ngefans sama si 01. sembari membongkar aib (duh terpaksa, demi semua pada percaya!) aku itu yang dulu suka titip salam, sok-sokan jadi secret admirernya gitu di tempat lesnya dia (tapi aku enggak les di situ, aku nitipin salamnya via sahabtku yang temen deketnya waktu SMP). jadi aku follow dia lagi, sekedar memperbaiki hubungan bolehkan dan aku emang interest sama tweetnya. toh aku juga enggak ada niat macem-macem :)

Enam hal yang aku lakuin hari ini, enam perubahan. Semoga yang aku harapin emang terwujud adanya. Setidaknya dengan aku mulai bisa bahagia dan ceria lagi, mungkin dari situ pula sesuatunya bisa berangsur membaik lagi. Setidaknya itu yang emang dimauin Dia kan (21) :))

Senin, 12 September 2011

Sapa-Mu

Tadi waktu aku iseng-iseng enggak ada kerjaan, aku usil buka-bukain twitter orang hahaha cieh jadi timeline reader nih hahahaha. Eh enggak sengaja aku liat akun lamu twitterku (sedih banget itu di hack :"(( ) aku coba aja buka lagi, siapa tahu ada apa gituh. Waktu buka sumpah kangen, itu kan akun penuh kenangan. Okey deh aku flashback lagi kejadian beberapa bulan lalu, gara-gara liat tweetsnya. Rasanya aneh dan gilo sendiri, sok puitis banget tweetsku itu hiaaiks deh hahahaha. Biarlah nyacat diri sendiri, emang kenyataanya tweetsnya gilani hahahaha.

Lalu mataku stuck di salah satu tweet lamaku. Aku rada gimana gitu waktu baca. Jadi ceritanya bener-bener udah lewat satu bulan lebih. Pokoknya yang aku inget hari itu ada acara FKPO yang Galau Exhibition itu, nah di malemnya itu selesei acara, ada acara sweet 17th-nya temen sekelasku. Karena saking nggak cukup waktu, akhirnya aku sama yang lain otw ke sana tanpa mandi gitu. Sumpah mukaku enggak banget dan kusut kayak benang bundet -____-" pokoknya elek banget weesh malesi.

Sejujurnya aku diminta jadi MC sama yang punya hajatan.  Mendadak moodku bener-bener amburadul. Keluar dari kamar mandi aku udah acak-acakan aah orang gila banget pokoknya -__- (bongkar aib) mataku udah enggak bangetlah pokoknya. Terus aku bilang aku enggak siap gitu, tapi masih tetep aja dipaksa. Eh akhirnya digantiin sama sahabat SMPnya yang punya hajatan. Selama acara aku cuma diem, udah males banget itu lho. Mau ngapa-ngapain udah hancur moodku. Dan auraku jelek banget di acara itu. Mauku cepet pulang deh.

Sampai akhirnya hal yang nggak disangka terjadi. Dia nyapa aku, halah si itu hahahaha. Aku bener-bener kaget dan nggak bisa ngomong apa-apa. kayak ada tikus di tenggorokanku nyangkut :D Aku emang setengah sadar waktu itu dan aku ngerasa aku bales sapaanya itu lama banget -___- yaah maklum otakku capek banget dan udah konslet itu zzzzz. Kalau katanya sahabatku, jawabanku itu ketus banget. Waktu aku dikasih tau sahabatku, katanya mukanya langsung enggak enak gitu. Padahal itu aku udah biasa lho. Baah! bikin mangkel sendiri, di sisi lain juga ngerasa enggak enak. Duh galau, aku orak seneng -___-" paling nggak suka di salahin orang lain apalagi cuma gara-gara itu orang. Ehm... opo banget -_-

Tapi itu emang kali pertama dia nyapa, mangkel sih karna di caci sama yang lain atas sikapku. Tapi juga kasihan kok aku bisa se tega itu sama dia, eh btw siapa dia yaah? Ma-lasss.

Yaudah semua juga udah terjadi, aku juga enggak bisa minta di ulang #eh. Kali pertama, sempet sih pengen ngulang. Pengen lebih bersikap manis, tapi udah kayak gitu  duluan yaah pasrah :)) mungkin belum waktunya...

Titip Salam

Rasanya lagi pengen flasback. Aku masih inget banget, dulu kalau aku lagi bosen dan kangen sama dia aku pasti minta lisa (ini sahabatku ;)) ) buat ngeBBM si itu. Biasanya aku titip salam hihihihi apa banget yaah :))

Nah, kadang lisa itu suka lupa sampai aku ngingetin dia berkali-kali -___-" Kalau udah di sampein ke dia, lisa langsung bilang sama aku. Duh... nggak tau kenapa rasanya puas aja. Kadang aku malah ngakak sendiri (maaf gilanya kumat lagi wkakaka :D) Hal yang bikin aku seneng adalah, aku berharap dia bisa senyum waktu baca chat dari lisa tentang salamku itu. Rasanya itu bener-bener plong. Ya karna aku emang paling suka, kalau aku bisa buat orang di sekitarku seneng, setidaknya simple aja yaitu tersenyum sama hal-hal yang aku lakuin. Entah kadang hal itu bisa dianggap normal atau malah abnormal. Aku bahagia aja :))

Sayangnya aku enggak tau, lebih tepatnya enggak bisa liat ekspresinya. Tapi aku sedikit menyimpulkan dia tersenyum (ehm... mungkin). Sebenernya aku enggak terlalu berharap dia balas salamku. Asal responnya baik dan masih wajar aja aku udah cukup. Aku enggak berani mimpi terlalu tinggi :')

Tapi sekarang? Titip salam ke itu suatu pelanggaran besar! Aku harus bisa jauh dari dia, jaga jarak sama dia. dan bersikap enggak ada dia. Itu maunya dia, aku enggak pernah minta dia kayak gitu sama aku. Aku bisa apa emang? Mau enggak mau aku juga nurutin apa maunya. Aku udah di usir dan dibuang dari dunianya dia. Okey mungkin ini terdengar berlebihan. Tapi kenyataanya memang kayak gitu dan aku harus bisa mengerti :'))

Emang sih pengen sekedar titip salam kayak dulu, kayak bercandaan dan godain atau gombalin dia kayak dulu. Tapi itu dulu dan dulunya itu hal mustahil bisa terjadi sekarang. Aku kangen, kangen titip salam. Cuma sekali aja, tapi itu juga nggak boleh. Dan enggak tau kapan bolehnya itu, aku enggak tau. Bahkan mungkin sekarang dia udah marah dan benci sama aku. Aku nggak bisa apa-apa *huh*

Kamis, 08 September 2011

Lie

Aku enggak tahu apa yang kemarin di omongin dia adalah sebuah skenario kebohongan agar membuatku menjauhinya atau memang kenyataan sebenarnya. okey aku cukup berspekulasi dengan apa yang dia katakan. menurutku itu percuma, sekalipun dia bersikap keras, atos, jahat, ketus padaku agar aku menjauh dan mengembalikan kehidupan itu sia-sia. hidupku enggak mungkin bakal balik kayak dulu. kecuali mendadak aku amesia (amit-amit). dilain sisi aku juga tahu kalau aku salah, salah karna aku memang terlalu banyak tahu dan melewati batas. dan lebih gilanya aku memang semakin masuk dan bisa jadi bahayain posisiku sendiri. tapi aku ini baik-baik aja. aku masih bisa berpikiran tenang menghadapi dan mendengar semua, walaupn terkadang aku memang mencapai titik stres dan frustasi yang berlebihan. aku masih bisa menerima. tapi kenapa aku diperlakukan seakan aku udah enggak waras aja (ya emang sih kadang aku enggak waras, tapi kali ini aku masih waras kok. bercandanya sumpah enggak lucu -___-)

Okey aku juga tahu, dia udah cukup stres dan frustasi ngadepin ini. tapi soal apa yang aku rasain ngadepin ini, juga bukan sepenuhnya masuk dalam masalahnya. ini urusan antara aku dan perasaanku. di satu sisi aku juga merasa kurang nyaman. aku berusaha menjaga seluruh perkataan, perilaku dan perbuatanku. aku nggak mau nyakitin siapapun. terutama dia.

Iya aku yang bego, harusnya aku enggak ngomong soal itu ke kamu. aku nggak nyangka bakal kayak gini caranya, terlalu banyak salah paham yang di temui disini. ego dan emosi masing-masing yang masih saling jadi prioritas utama. di lain sisi aku memang tipikal orang yang seperti ini. aku pemikir berat dan aku juga memperhatikan masalah yang ada seperti ini. aku enggak pernah minta lebih itu nggak mungkin dan berharap lebih itu hal yang mustahil. okey aku jujur mungkin kesalahanku adalah aku terlalu berlebihan dan terkena getah dari permainanku sendiri. ya itu kesenangan batin tersendiri buatku. yang dia lakukan waktu itu juga samakan. untuk memuaskan batin. tapi fatalnya orang melihatnya lebih dan dia juga.

Ohya aku lupa satu hal, sifat alami apalagi untuk seorang lelaki yang dalam hidupnya yang tidak pernah ingin merepotkan siapapun. aku lupa satu poin itu. iya aku juga udah mulai menjaga jarak, sebenarnya itu sudah aku lakukan sejak kemarin. sejak setelah aku sharing dengan mamaku. toh ujungnya satu sama lain juga yang memulai. dia yang memulai (sebut saja meretweet) dahulu. okey dan semua terjadi lalu berlanjut meski sempat terhenti.

Lalu sekarang aku harus diam dan menonton semua ini dan ikut mencaci. gila! sama aja aku di suruh melakukan kejahatan. aku sadar aku emang nggak mungkin nyelesein masalah ini, yang bisa ya hanya dia. aku hanya mendukung. see? itu peranku.

Sekarang  aku udah bersikap biasa. pada akhirnya semakin aku diperlakukan seperti itu semakin aku pula memberontak. semakin aku malah mencari tahu apa yang terjadi. penyesalanku adalah aku salah dalam berucap.

Mungkin yang bisa aku lakukan sekarang hanya diam dan melihat melintas di hadapanku. aku hanya dapat diam-diam mendukung dan mengawasi. aku ikhlaskan hati dan pasrahrakan hanya kepadaNya biar nanti semua jawaban yang jujur dan kenyataan yang sebenarnya datang sendiri padaku.

Yang harus dia tahu. aku baik-baik saja dan jangan mencemaskan apa yang terjadi atau apa yang aku rasakan.


"I'll still here and I'll accompany also support you always in this situation. Don't felling lonely"

Nabrak Mobil

Sumpah kalau inget kejadian kemarin itu rasanya kayak dari ujung kaki sampai ujung kepala itu di tarik, makjleeeb gitu hahahaha -_- Emang sih itu aku yang salah. Baru aja dua kali (sama hari itu lho) latihan ngendarai motor udah belagu nyoba dijalan raya. Badala kena getahnya juga nabrak mobil, lebih tepatnya nyerunduk bagian belakang mobil. Astagfirulloh sampai catnya ngelupas. Sedih banget tau :'(((

Rasanya kayak udah nggak hidup aja (sok tau banget iki) lemas eh dan aku udah bener-bener pasang muka melas semelas-melasnya aku huhuhuhu. Udah gitu tantenya marah sama aku, mungkin dalam hati antara mangkel aku nyerunduk mobilnya dan kasihan liat aku masih latihan tapi udah sok dijalan (maafkan gadis muda ini tante ._.) Parahnya ada bapak-bapak bikin panas suasana lagi. Suaranya itu lho ra penak di denger pak! (mbok nggak usah ngompori toh pak, kayaknya gatel gitu pengen ikut campur -_____-")

Akhirnya omnya yang punya mobil ngajak kita (aku sama papa gitu, untung nggak sendiri. Alhamdulillah yaah :D). Baru separuh jalan mobilnya berhenti dan kita juga ikut berhenti. Tapi ini yang udah ngendarai motor papa bukan aku, yaiyalah mau aku lagi mau nanti jadi opoh ._. Dan tante sama omnya turun bilang kalau enggak usah ganti rugi. Saking mboh galau aku, aku minta maaf sambil nangis gitu (harga diriku eh yaAllah melas aku remuk -_-) Tantenya pesen besok lagi hati-hati eh malah cerita kalau mobilnya suka di serunduk juga (sabar yah tante :) ) jadi tantenya mangkel gitu dan mungkin karna aku bilang baru latihan dan mukaku udah nggak karuan ancur lebur, melas dan ngonolah jadi nggak tega gitu :') Makasih banyak ya om sama tante :)

Aku belajar banyak dari itu besok lagi aku ogah, kapok eh kapok. Sebenernya dari awal udah ada firasat gitu waktu di tawari papa dan aku malah ngakak teriak heboh. yaelah bener aku malah kualat, bener-bener kualat. astagfirulloh ampuni aku :')

Selasa, 06 September 2011

Sia-sia

Aku sudah memperjuangkan sesuatu dan pada titik ini adalah sia-sia. lalu percuma saja apa yang sudah aku lakukan. doa itu sia-sia aku pintakan dan semuanya berakhir sia-sia. kepercayaanku di sia-sia. okey semua penuh kata sia-sia.

Kenapa setelah mampu mempercayai semua di hianati dan di bohongi. kamu sendiri yang membuatnya seperti ini. semakin susah mempercayai, ketika ego dan kesadarn hanya bisikan lirih di tengah jalan yang gelap. hanya semu. semu di pikiranmu.

Semuanya hanya kamuflase belaka kan?

Oh iya  aku lupa aku ini tidak dianggap. nggak usah ngarep ada kesembuhan berarti. sia-sia semua

Senin, 05 September 2011

gak dong

Iya ini posting terbaruku setelah ya aku merasa aku lama tidak posting (halah padahal cuma dua hari hehehehe) udah kali ke tiga dan aku ndlongop liat timelineku sendiri. sebenernya aku masih bingung itu maksudnya siapa atau apa. secara aku juga bukan tipikal orang yang peka untuk urusan menerka-nerka seperti itu. jadi kesimpulannya aku masih berharap ada yang menjelaskan apa yang terjadi ini :))

Jumat, 02 September 2011

Kangen

Aku kangen kamu....
Tiga kata tapi rasanya sekarang jadi kalimat terlarang kalau aku tweeting di twitterku sendiri. Dulu sebelum kejadian malem itu mau tweeting kangen, suka, dan blablabla semua tentang kamu itu free!!! Sekarang? Susahnya masyaAllah minta ampun -_-"


Aku sendiri merasa seperti di awasi. You know, itu enggak bebas! Apalagi aku follow kamu dan kamu juga follow aku. Semua aktifitas timelineku bisa kamu buka kapan aja, begitu juga sebaliknya. Dan kita menyebut diri kita adalah timeline reader.

Dulu aku bisa marah sesuka hatiku, tapi setelah malam itu semuanya berubah. Aku enggak nyangka kalau selama ini aku diawasi. Dan setelah aku tahu, itu bener-bener nyiksa. Mau ngomong ini mau ngomong itu susah. Aku takut salah ngomong dan bikin semuanya tambah runyam atau malah bikin salah paham dan nyakitin yang lain. Rasanya itu gak nyaman :(

Dan ini kali pertama aku jaga semua omonganku di dunia maya. Kadang iri liat yang lain bisa tweeting sesuka mereka. Sedangkan aku? Pasrah :( aku cenderung jadiin tweetku sebagai quotes (padahal ada makna terkandung didalamnya, dan kamu juga maknanya)

Kalau boleh jujur aku kangen. Aku kangen ngobrol sama kamu. kangen gombalin kamu. kangen bercandaan sama kamu. kangen share sama kamu. kangen mentionan sama kamu. kangen semuanya tentang kamu. ohya kangen y!man juga ding sama kamu hahaha :D. Tapi sekarang kangen sama kamu itu susah. sesusah cari jarum di tumpukan jerami (sok tau, belum pernah juga wkakaka =_=)

Aku berusaha jaga tweetku, jaga dari semuanya. Terutama kamu. Aku enggak mau kamu malah makin bersalah atau kasihan sama aku. Enggak ada bedanya itu juga nyakitin buat aku :"(. Tapi aku juga sadar, semua butuh waktu. Aku, kamu, dia, mereka... Kita butuh waktu sendiri untuk ngerenung apa yang telah terjadi dan nerima ini semua. Entah kapan bakal kayak gini terus. Satu, dua, tiga atau enam bulan lagi kah? No one knows. Dan aku yakin semua juga gak bakal kembali ke kondisi semula dan normal. Banyak yang udah berubah. Iya karena ini kenyataan, sepahit apapun itu. Kadang gatel pengen nyapa. tapi juga gak mungkin, posisiku susah :( dan sekarang emang waktunya aku harus ambil jarak dari kamu. Walau sebenernya hatiku meronta nolak tapi emang harus kayak gitu, iya kan? :')

"Sometime it's unfair to me. But it's the choice for me."

Adekku di serunduk Sapi

Masih seputar cerita kemarin sih waktu ke rumah simbah. jadi inget waktu itu baru aja nyampe rumah simbah dan adekku udah ngerengek minta liat sapi sama kambing di kebon belakang. Yaudah deh aku nemenin adek. Sampai di sana kita dikasih simbah beberapa taneman jagung gitu buat makan mereka. Yampun mereka (sapi sama kambingnya lhoh) udah heboh sendiri ckckck berasa enggak dikasih makan satu tahun kali yee...

Sambil ngasih makan si sapi sama mimi (panggilan sayang adekku buat si kambing kecil itu wkakaka) adekku ngemil sejenis chiki. Parahnya kambingnya mau dikasih itu sama adekku, untungnya gak jadi. Coba jadi, adekku salah gaul kui -___-"


Pas lagi asik-asiknya ngasih makan sapi sama kambing dan adekku ngemil chikinya dan aku minta gak dikasih (dasar adekku ki pelit ra ketulungan hesssh). Eh, tau-tau sapinya nyerunduk adekku. Sumpah itu ngakak banget hahahaha. Adekku langsung ngomel-ngomel bilang 'sapi nakal... sapi nakal...' tapi yo ngemilnya lanjut dan ngajak masuk kerumah. Biasa anak kecil umur empat tahun ngomong masih belum cetha, muring-muringlah dia di depan para orang tua di ruangan itu. Dan aku menjelaskan ceritanya, aku kakak yang baik kan :). Semuanya ketawa aja liat mukanya adekku yang cemberut gitu sambil dia ngunyah camilannya

Kamis, 01 September 2011

Aku dan Pelajaran Sepeda Motorku

Hari pertamaku belajar ngendarai motor itu bener-bener lol =) Udah dari pagi diliatin bapak-bapak sama ibu-ibu lagi. sebenernya aku malu, malu banget itu ess -_- awalnya itu bapak mau nyuci mobil. eh, setelah liat aksi pertamaku ngendarai motor, bapaknya malah asik nonton aku dan menunda niat awalnya mencuci mobil. ngerasa sih kayaknya tuh bapak batin deh 'ih, udah segede itu belum bisa ngendarai motor'. Iya Pak saya ngerti emang saya keterbelakangan untuk urusan kayak gitu. Jadi inget bisa naik sepeda itu aja kelas 4SD :D  (lol banget yaah). Ohya, yang ibu-ibu juga. Masak waktu pertama kali liat aku ngegas ibunya langsung stop gak ngelanjutin jemur pakaian. sumpah apik banget aku mbadut -___-" di depan umum.

Tapi ya mau gimana lagi aku ki ya enggak bisa dan sekarang aku butuh ngendarai motor. Yowis mengeyampingkan urat maluku, duh nasib...

Dan ada kejadian yang lebih heboh lagi. pelajaran ngendarai motorku enggak berhenti sampai pagi itu aja. udah tahu ya daerah rumah simbahku itu panasnya, ehm... panas buangeeet!!! Healah Papaku malah nyuruh aku latihan (aseeem) alesannya biar aku kebiasa di medan yang terjal dan blablabla. Ya jelas aku kalah adu mulut sama Papaku. yang dukung itu lhoh, Wes gak nguati semua pada pengen liat aku uji coba. Mana itu aku bener-bener sendiri, untung satu puteran aku selamat. Alhamdulillah yah :)

Setelah balik, bensinya itu pas habis. Wuapik banget iki, di suruh beli bensin dan itu lewat jalan raya. Edan! Baru hari pertama langsung jalan raya. Amazing tenan orang tuaku, yaAllah! Bejonya sih di temenin Papaku. Jadi mendekati jalan raya gitu aku tukeran sama Papaku (yo jelaslah, bisa berabe urusannya entar nek nekat aku yang bawa hahaha). Nah, ini klimaksnya. Pas pulang aku lagi yang bawa, tapi ini udah masuk jalan kampung lho bukan jalan raya. Udah tahu aku enggak tahu jalan, eh Papaku malah diem yowis nyasarlah kita. Mana habis itu aku mau nabrak mbak-mbak lagi dan itu ish nyebai. Mbak e ki ngendarai motor ratot banget grrr -_- untung aku bisa ngerem (yah walaupun ujungnya pake kaki juga wkakaka) gek habis itu aku di ketawain lagi. Sumpah nantang abis! Langsung wae tak bengoi nek yang salah mbaknya, secara masih pemula gitu gak mau ketok bego banget :) Habis itu toh (apik banget iki) Papaku wes jantungan tak boncengin, wkakaka lhah kita mau nyemplung sawah e hahaha.

Nyampai di rumah simbah, di suruh lagi aku latihan (duh apa ya enggak kasihan gitu sama aku, panas ki lho essh). Tapi di suruh sendiri, dan itu aku hampir nyasar sampai kuburan. YaAllah, untung banget itu aku inget jalan baliknya. Gek habis itu meh nabrak pagar lagi, sumpah cobaan banget dan pasti aku mbadut banget (oh... reputasiku. Tidaaaaak! *lebay kumat*)