Sabtu, 17 September 2011

Mundur

Mundur...
Enam huruf, satu kata yang mungkin kali ini aku akan ambil dan lakuin. Aku udah capek, mungkin lebih tepatnya bimbang. Bimbang sama perasaanku sendiri sebenernya kayak gimana sama dia? aku bingung harus bersikap gimana juga sama dia. kayaknya semua yang aku lakuin itu serba salah. di lain sisi aku juga bingung yang aku rasain itu gimana. jujur mungkin awalnya aku cuma mengagumi aja, tapi seiring jalan waktu mungkin perasaan itu semakin dalam iya memang makin dalam. Bayangin aja, di hitung-hitung udah sekitar 14bulan aku nyimpen perasaan ini.

Buat beberapa orang pasti enggak percaya sama yang namanya cinta pada pandangan pertama atau istilah dari mata turun ke hati. Tapi aku percaya! Kenapa? Karna aku ngerasaain itu sendiri. Ini bener-bener hal ter tidak rasional dalam hidupku. Pertama kali liat dia, dan pertama kalinya ada yang bisa gerakin hatiku setelah aku jatuh karna sesorang di masa lalu. Rasanya kayak ada sesuatu baru dateng dan itu bahagia banget rasanya.

Rasanya kayak kamu bangun di pagi subuh, hawa sejuk pertama kali nerpa wajahmu. Seger banget. Terus kayak matahari pagi hari, sinarnya yang pertama nyentuh tubuhmu. Hangat, dan aku suka sinar matahari di pagi hari. Dan kayak hujan yang turun setelah lama enggak turun, aroma tanahnya tercium pekat. Aku suka hujan dan pelangi setelahnya. Kayak liat langit biru yang luas dan hamparan awan, hatiku tenang. Mungkin kayak itu yang aku rasain.

Sekarang aku enggak berani apapa. Aku bingung dan bimbang. Bingung dan bimbang atas perasaanku terutama keambiguan sikap dan perkataanya. Aku udah merasa cukup lama-lama menebak itu dan kini aku mulai, ah entah mulai ragu atau takut. Aku tau aku selalu salah menebak dan aku juga takut jatuh, aku takut jatuh sejatuh-jatuhnya :(

Aku harus gimana? Aku juga nggak mau salah ambil? Tapi mungkin lebih baik kayak gitu. Aku mundur. Mundur dari semuanya. Mundur dari hidupnya. Mundur dari perasaan ini. Selamanya..........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar