Jumat, 30 September 2011

Membaca

Aku mencoba membaca eclair kembali. Mencerna setiap kata yang tertulis dan aku baru sadar pipiku basah. Beberapa aliran sungai telah mengalir dengan kecepatan yang tidak begitu deras. Aku seperti mengingat sesuatu kembali. Aku diam dan sadar. Sadar alasan mengapa berat bagiku untuk membaca novel ini. Novel ini indah, dan kalimat pertama yang ku baca dari novel ini sudah mencuri hatiku. Bahwa kenyataanya bayangan seseorang dan guratan-guratan kejadian beberapa hari lalu melintas berkali-kali dengan kecepatan luar biasa. Hatiku sakit... Konyol bahwa tiap lembar halamannya selalu tersisip bayangannya dan membuatku begitu berat membaca. Semacam hal tidak bermutu dan suatu bentuk ke egoisanku dalam meluapkan emosiku. Aku bodoh membacanya membuatku menghadirkan sosoknya kembali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar