'Perempuan itu selalu di posisi yang serba salah' - V
dan aku menjawab dengan tersenyum bangga,
'Tapi aku bangga menjadi seorang wanita' - L
Apa yang salah dan kurang dari apa yang aku lakukan? Untuk bersikap pun aku bingung, bahkan ketika aku sudah membuat suatu keputusan pun semuanya kandas. Entah mengapa aku menjadi seorang yang tidak konsisten seperti biasanya. Selalu ada sesuatu yang datang tiba-tiba tanpa permisi...
Lalu mengapa semuanya selalu seperti ini. Sebodoh itukah aku menjadi seorang yang selalu mengulang kesalahannya berkali-kali. Aku sadar pada akhirnya semua akan terjadi seperti itu juga, dengan pola yang jelas aku tau kesamaannya. Kenapa juga masih aku lakukan? Aku bingung.
Satu hal lagi yang belum pernah kutemukan jawabannya...
'Biarkan perasaanmu mengalir apa adanya' - I
dan aku menjawab dengan riang,
'Iya memang semakin di tahan malah menyakitkan, tapi harus bagaimana aku juga enggak bisa selamanya seperti ini. Seolah selalu ada yang membuatku tidak bisa lepas darinya' - L
Pointnya adalah aku selalu mengalah. Mungkin aku memang orang yang mudah kasihan dan terlalu baik. Aku selalu merasa kalah bila mana menghadapi masalah itu. Aku pun tidak pernah tahu mengapa perasaanku bisa tidak sesinkron ini dengan logikaku. Mengapa logikaku kalah menghadapi perasaanku? Mengapa pada akhirnya semua kembali seperti ke posisi itu lagi? Dengan label, dia bahagia, aku galau...
Satu lagi hal yang belum aku dapati alasan yang rasional dan jelas...
'Nggak cuma dia, semua orang itu susah di tebak pikirannya.' - A
dan aku diam, menghembuskan nafas lalu menjawab,
'Dia adalah orang pertama yang tidak bisa aku tebak jalan pikirannya' - L
Menebak-nebak apa yang orang pikirkan dan rasakan, ada hal yang terkadang aku suka lakukan, selalu ada hal baru yang menarik aku temukan. Bagaimana suatu masalah itu sebenernya memiliki sedikit kesamaan, akan tetapi setiap orang punya caranya sendiri. Bahkan perasaan itu memiliki keunikan tersendiri. Tapi aku selalu takut dan merasa salah ketika aku mencoba membaca apa yang sedang ia pikirkan dan mungkin rasakan. Perhitunganku dan prediksiku selalu meleset, aku tidak tau apa yang membuat meleset. Mengapa begitu sulit membacanya, bahkan ketika aku berkali-kali flashback aku tidak menemukan suatu jawaban yang pasti. Semuanya ambigu, dan aku selalu takut akan hal itu. Seperti sebuah buku, aku tidak pernah tau kapan selesei membacanya, selalu ada kejutan baru yang aku temukan di halaman berikutnya...
Satu pertanyaan lagi yang belum aku temukan jawabannya dan membuatku penasaran dan takut...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar