Senin, 31 Oktober 2011
I love brownies
Waktu sedih kayak gini paling suka makan brownies. Pas banget momentnya, sedikit bisa flasback dan bangkitin suasana #ngook enggak nyambung-_-. Brownies kukus itu lembut, kalau dingin di masukin kulkas sekali makan berasa leleh di lidah. Brownies panggang sendiri, ampun atasnya enggak nguatin. Crispy banget apalagi brownies Kartikasari. Udah kayak di bawa keliling kemana gitu hahahaha lebay emang =_= Dasarnya makanan terfavourite emang brownies. Bisa enggak sadar diri dan enggak kuat jiwa kalau liat brownies :D
Sometime
Kalau suatu saat nanti yang di post di blog ini semuanya bukan tentang Dia lagi gimana ya? Kalau ternyata yang aku post tentang orang lain gimana? Ah, cetek pikiranmu La. Mau Dia atau bukan yang aku post di blog ini. He's never care okey =)) Terima kenyataan La, kamu bukan siapa-siapa
Poem
Christina Rossetti Remember
| |
Laguku Bercerita
Only Hope - Mandy More
There's a song that's inside of my soul.
It's the one that I've tried to write over and over again
I'm awake in the infinite cold.
would you sing to me
over and over again
So, I lay my head back down.
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray, to be only yours
I know now you're my only hope.
Sing to me the song of the stars.
Of your galaxy dancing and laughing and laughing again.
When it feels like my dreams are so far
Sing to me of the plans that you have for me over again.
So I lay my head back down.
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray, to be only yours
I know now, you're my only hope.
I give you my destiny.
I'm giving you all of me.
I want your symphony, singing in all that I am
At the top of my lungs, I'm giving it back.
So I lay my head back down.
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray, to be only yours
I pray, to be only yours
I know now you're my only hope.
Minggu, 30 Oktober 2011
Untitled
Cieeeeeee yang udah sama yang disana cieeeeeeeeeee yang disini dilupain :))) Sana-sana! *malesin*
Kamu = semua hal menyebalkan
Kamu? Ah emang udah enggak beres. Dongkol aku rasanya nggerus dan nyesek banget. Aku yang goblok dari awal. Ngarepnya selangit, ngarep kalau emang ya bakal kamu itu waras dan sehat sentosa. Kenyataannya ya ngono banget. Merusak moodku tau enggak?! Mbok sampai semua balon-balon di partynya Lisa tadi aku jeblukin semua pakai garpu, tetep aja hatiku kayak di tusuk-tusuk pakai garpu. Rasanya mau nusuk-nusuk kalian pakai garpu. What everlah aku udah gila, capek woy! Padakke apa aja lalu habis manis sepah dibuang. aaaaah tenan aku pengen nusuk-nusuk -____- dongkol, mangkel, nggerus, nyesek, hambar, hampa, hasembuhlah pergi yang jauh sana enggak usah bali kalau cuma akhirnya hell kayak gini!
Jumat, 28 Oktober 2011
Untitled
Untuk hari ini. Just only this day. I wanna you. I wanna you're not come back to this country.
Kamis, 27 Oktober 2011
Random
Bosen males mangkel enggak mood, ah shouted!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Texting part. 2
'I'll miss you, friend' (24/10/2011 12:51pm)
Kapan pulang?
I need you, swear! I really really need you now......
Senin, 24 Oktober 2011
Rasanya kamu pergi
Rasanya sedih
Enggak tau sedih aja
Rasanya kayak kehilangan
Ya kehilangan sesuatu
Rasanya kosong
Kosong kayak enggak ada yang ngisi
Rasanya ada yang kurang
Beda aja enggak kayak biasanya
Rasanya nyesek
Dihati enggak tenang
Rasanya ganjel
Semacem semua hal campur aduk jadi satu
Rasanya kayak enggak punya hasrat buat ngapa-ngapain
Enggak ada semangat
Sabtu, 22 Oktober 2011
24 Oktober 2011
Mendadak aku pengen ngepost tentang ini. Okey untuk beberapa waktu mungkin aku stuck berpura-pura tidak dengar apa-apa tentang Dia, menutup semua inderaku. Untuk kali ini aku hanya sekedar mengepost sesuatu tentang Dia. Yang aku tau dia tidak mungkin membaca post ini.
Aku sadar betul besok udah lusa. Senin, 24 Oktober 2011 Aku tau hari itu hari keberangkatannya untuk pertukaran pelajar ke Australia. Tepatnya jam berapa aku enggak tau, soalnya aku pura-pura lupa dan enggak mau cari tau tentang itu. Mau jujur? Kok rasanya sedih ya. Kayak ada yang ganjel di hati. Aku ngerasa kayak ada yang kurang. Emang sih cuma 2minggu dan kayaknya 2minggu enggak denger hal atau kabar tentang Dia aku tahan kok, tapi itu biasanya. Ah tahan aku pasti tahan enggak ada Dia. Lagipula jadi kesempatankan aku bisa men-ja-ga ja-rak dari dia. Harapanku emang waktu yang 2minggu itu bisa bikin aku lupa Dia tanpa keberadaannya di sini sekarang. Tahan kok, biasanya aku juga tahan enggak berkomunikasi sama Dia. Toh aku pun juga texting kalau ada hal yang penting.
Dilain sisi aku juga berharap semoga Dia bisa nikmatin pertukaran pelajarnya. Aku harap di sana Dia bisa lebih bersenang-senang dan terhibur di sana. Setidaknya itu bisa bikin Dia bahagia dan tenang untuk sementara. Sementara jauh dari penat dan jenuh yang Dia alami.
Ah....
Tapi....
I miss you...
Jumat, 21 Oktober 2011
Orchid
Ini tentang bunga kesukaanku. Bunga Anggrek...
Enggak tau kenapa suka aja liat bunga satu ini. Alasannya aku suka bukan karena namaku ada unsur anggreknya, soalnya temen-temenku selalu nyeplos gara-gara namaku sama bunga ini masih setipe. Lupa sih udah dari kapan aku suka bunga ini, yang jelas masih bekas di memoriku waktu aku sakit dan periksa ke dokter keluargaku. Udah lama banget waktu itu aku enggak kesana, tapi di halaman rumah bu dokter banyak banget bunga anggrek, awalnya sih aku cuek aja. Setelah masuk ruang periksa dan sempet ngobrol sama bu dokter, bu dokter malah cerita tentang bunga anggreknya. Inget banget bu dokter bilang kayak gini : 'Hidup di kota jaman sekarang itu beda sama jaman saya waktu kecil. Saya ingat betul dulu kupu-kupu banyak sekali macamnya, tapi sekarang cari satu kupu-kupu saja sudah susah. Akhirnya saya liat anggrek, anggrek itu sudah seperti pengganti kupu-kupu bagi saya'
Setelah denger ucapan bu dokter aku berpikir, sejak saat itu aku mulai memperhatikan bunga yang satu ini. Kalau dilihat-lihat bunga anggrek itu variasi warna dan bentuknya macem-macem. Apalagi warnanya, colorful dan tiap anggrek itu punya ciri khas dan keistimewaanya sendiri. Itu yang bikin aku suka dan interest sampai sekarang. Aku paling suka sesuatu yang colorful hihihihi. Inget juga sih dulu, Eyangti paling suka nanem bunga anggrek di rumah yang lama. Eyang paling suka anggrek bulan sama kalajengking, sayangnya sekarang udah mati dan hiduppun udah berbunga lebat kayak dulu. Ngerawat anggrek emang gampang-gampang susah sih. Jadi inget juga lagunya anggrek bulan. Suka banget sama lagu lawas ini, dulu aku sama Mama sering karokean nyanyi lagu ini. Mungkin ini sebabnya aku suka bunga ini :) Liat warna-warni bunga anggrek itu nyegerin mata, hati dan pikiran juga lho :)
Impian konyolku
Jadi inget tadi waktu aku di jalan menuju salah satu stasiun radio yang cukup wow di kota pelajar ini. Inget banget ternyata aku masih punya beberapa impian yang masuk dalam kategori impian anak TK padahal aku udah SMA gini. Kalau dipikir ini impianku emang bikin ngakak kalik ya, aku urutin satu-satu:
1. Inget banget dulu mau siaran di RAj (Radio Anak Jogja) dengan embel-embel aku pengen punya fans anak SD hahahaha. Tapi sampai sekarang aku belum kewujud :(
2. Gara-gara liat gladi bersih buat pernikahannya anak bungsunya HB IX mendadak aku pengen banget besok bisa naik kereta kencana terus muter-muter Jogja gitu sambil melambai-lambai. LOL emang hahaha.
3. Enggak tau kenapa aku mikir kapan ya ada fotoku, nama sama asal sekolahku mampang di salah satu koran terkemuka di Jogja (tenang La, ini masih persiapan buat tahap 3 seleksi. Semoga lolos ya :D Aminamin)
4. Aku pengen jadi Presiden Amerika, tapi sayangnya ini yang paling nggak mungkin -_-
5. Pengen bisa sepedaan dari rumah sampai puncak merapi, kayaknya pas pulang itu cuma diem aja di sepeda kan jalannya turun hahahaha :D
6. dsb dsb dsb
Udah ah aku enggak mau jabarin lagi, disangka yang baca post ini aku beneran udah enggak waras lagi.
"If you've dreams, chatch it! Dreams comes true if you say, I can do it"
Kamis, 20 Oktober 2011
Asa dan Awa
Sekilas kalau baca judul diatas pasti Asa dan Awa itu dua orang gadis kembar. Salah telak! Asa dan Awa itu enggak kembar sama sekali (kecuali waktu mereka kecil wajahnya mirip). Jaraknya aja kepaut 12 tahun -__-
Asa itu sebenernya panggilan adekku buat aku. Nggak tau kenapa dari awal pertama adekku bisa ngomong dan manggil orang rumah, adekku selalu manggil aku 'kak Asa' dan itu sampai sekarang. Perasaan juga namaku jauh banget dari kata Asa -__- Sampai sekarang adekku udah 4tahun dan dia udah bisa ngomong 'Lala' tetep aja tiap kali di tanya nama kakaknya siapa selalu jawabnya 'Kakak Asa' dan itu pakai penekanan
Dan,
Rabu, 19 Oktober 2011
Senin, 17 Oktober 2011
Nyaris
Tadi waktu pelajaran kimia jam terakhir kepalaku tiba-tiba pusing semacam gliyer mendadak, alhamdulillah aja pandanganku enggak kabur. Jadi aku enggak pingsan di kelas, enggak lucu banget kalau sampai pingsan di kelas hahahaha. Aku kurang istirahat kayaknya. Dela udah ngomel terus katanya aku terlalu memforsir diri sampai kadang lupa sama diri sendiri. Tapi yang penting tadi enggak pingsan itu udah syukur alhamdulillah :))
Perubahan(ku)
Aku udah dapet banyak banget protes dan kecaman dari orang sekitarku. Iya mereka bilang aku sekarang berubah. Kata mereka sekarang aku lebih banyak atos, cuek, diem, kecapean, apa-apa di pendem sendiri, dsb dsb dsb yang jelas sudah berbeda. Itu pandangan mereka. Aku akui aku memang kelelahan dan sekarang aku jatuh sakit. Tapi apakah aku berubah sampai begitu drastisnya? Aku memang merasakan banyak perubahan dalam diriku, tapi apa sampai segitunya ya? Aku jadi merasa asing, bahkan dengan diriku sendiri...
Minggu, 16 Oktober 2011
Mati Karakter
Tau enggak? Tadi aku punggung-punggungan sama si 01 lho -_- hore! Dan itu lama banget, aku bisa tahan di deketnya dia dan itu dalam kurun waktu yang lama. Selamat ya Lala *tabok*
Rasanya mau gantung diri, mati karakter tau enggak sih. Sumpah aku ngeri banget, yang udah pada tau pasti pada ngakak dalam hati. Makasih yah!
Parahnya, klimaks sumpah ini. Huah enggak kuat aku, dia berdiri di sampingnya Vida. Asem misuh dalam hati aku. Ngenes tau enggak sih, mana Dina sama Vida memperparah situasi. Mati karakter aku mati. LOL banget LOL! Puas kalian ngakak.
Mana Dina pake acara minta difotoin si 01 lagi, kupret banget -__-
Sabtu, 15 Oktober 2011
Dalam hati
Jujur sepulang sekolah tadi, di sepanjang jalan sumpah selama aku menjadi anak putih abu-abu ini kali pertama aku misuh dalam hati berbanyak kali. Edan kenapa harus dia gentayangan di sekitar sekolahku. Maksudku itu aku nyuruh temenku yang ngambil biar aku enggak ketemu, malah ada orangnya. SIAL!!!
Kata hatiku
'Sepertinya... Aku masih menyayangimu. Dan sepertinya kamu lah orang yang masih tinggal di hatiku dan mencuri perhatianku. Sepanjang yang aku alami setahun yang lalu dan sekarang ini, di tiap hari yang aku lalui. Aku merindukan dan menyayangimu. Entah sampai kapan rasa itu hilang. Aku tidak tahu. Yang aku tahu, kamu telah memegang peran cukup besar atas semua yang terjadi dan aku alami dalam hidupku...'
Semuanya sudah berlalu dengan cepat, secepat kereta express yang melaju di rel saat pagi subuh. Banyak hal yang sudah terjadi dan banyak waktu yang sudah aku lalui. Tanpa sadar kereta itu telah membawaku hingga di titik ini. But, it's not the end of all. Ini belum berakhir. Kereta express ini masih melaju dan aku tidak tahu akan di bawa kemana lagi. Dipertemukan dengan apa atau siapa. Hanya Tuhan yang tau apa yang akan terjadi...
Sepanjang apapun rel yang aku lalui dan secepat apapun kereta yang membawaku pergi. Seperti apapun itu, semua yang ada di atas apa yang ada dalam hati yang mungkin tidak akan tersampaikan kepadamu. Semoga aku tidak pernah menyesal berkata seperti itu :)
"May be love can change everything in own little world"
Jumat, 14 Oktober 2011
Kepaksa
Kalau enggak karna Atikah yang minta, aku males banget sms dia. Mbok sumpah itu mungkin perkataan tersingkat dan terinti yang pernah aku kirim ke orang. Enggak urusan moodku udah jelek, aku males. Males sejadi-jadinya
Firasat
Sesuatu bakal terjadi, entah dengan laju kekuatan cepat atau lambat aku tidak tahu. Jelasnya akan ada pusaran hebat di sekitarku. Okey aku akan bersiap seperti biasa. Diam berpura-pura tidak tahu, meski aku tahu bahkan lebih tau lebih dalam
Kamis, 13 Oktober 2011
Gara-gara Lisa
Sumpah yaah gara-gara Lisa tadi nunjukin DP BBMnya si nanania aku jadi galau sekarang -___- Kebayang terus yaAllah :( Memunculkan hasratku untuk texting tapi aku we-gah. Buatku enggak ada hal yang patut di bahasa atau sekedar di perbincangkan sama dia. Walau sejujurnya banyak hal yang terjadi dan bisa menjadi topik. Tapi aku malas, tepatnya gengsi merasuk otak :))
Diam
Aku memang lebih banyak diam tentang semua hal yang datang dan pergi dari hidupku. Semua yang terjadi akhir-akhir ini. Entah aku tidak sempat bercerita pada mereka atau memang semuanya memang sulit meluncur dari lidahku atau malah aku terlalu malas. Mungkin semuanya masuk dalam kategori. Aku hanya tidak mau mengungkit sesuatu yang menyakitkan yang pada akhirnya membuatku jatuh kembali. Aku berusaha menyelesaikan yang aku bisa dan diam, menyimpan rapat semua yang terjadi.
Penyakit waktu stress
'Kamu mau ke belakang?' - Eyangti
'Iya biasa kalau stres kumat pesti kayak gini.' - Lala
Dalam diamku
Aku merasa random banget. Aku salah apa lagi ya? Kenapa enggak ada yang bisa ngerti betapa beratnya hidupku akhir-akhir ini. Semua menjauh dan protes secara diam dan halus atas perubahan kesibukanku. Aku memang berubah dan sepertinya perubahanku tidak jauh beda ketika aku masih kelas satu. Aku masih tetap sesibuk dulu kan? Lalu kenapa sekarang semua seperti itu. Disaat masa kelam dan beratku kenapa tidak ada dukungan dan motivasi? Aku seakan berada dalam ambang batas mengenaskan. Mengapa semua semudah itu marah dan berkata seperti itu. Kenapa tidak ada yang bisa mengerti? Mau tau kenapa aku lebih memilih diam? Karna aku lelah berdebat dan akhirnya hanya menyesakkan buatku. Bukan cuma kalian, aku juga pengen main dan bersenang-senang kayak dulu. Tapi ini tanggung jawabku, aku enggak mau di cap buruk oleh beberapa kalangan. Bukankah kalian juga sudah cukup lama mengenalku? Seharusnya kalian bisa mengerti aku tanpa aku memintanya kan?
Selasa, 11 Oktober 2011
Mengflashback
'............ kamu tolong lupain aku dan segala masalahku..........' (07/09/2011) remember that?
Aku terdiam sejenak memandang serangkaian kata di atas. Aku kembali di buai dengan kepingan-kepingan masa itu. Aku memegang dadaku dan mengatur nafas, sepertinya ada yang tertoreh di hati.
Lama setelah itu kita saling menjauh, dan kamu kembali datang ketika niatku sudah di pupuk. Membuatku down dengan mudahnya. Terimakasih. Katamu saat itu, kamu protes kenapa aku menjauh seperti itu. Lihat pesan darimu di atas. Kurang jelaskah alasanku. Kamu yang meminta. Bukannya apa yang tidak kalau untuk kamu?
Aku terbuai kembali, kembali merapat di dekatmu. Seakan kamu adalah serum yang harus aku hirup. Iya aku ketagihan kembali.
Aku telah banyak mengalah bukan? Aku mengalah dan menghapus segala batas-batas jarak itu.
Kini aku terdiam lagi, merenung di pertengahan malam. Sisi hatiku ingin menjauh darimu, menjauh selamanya. Tapi sisi yang lain membutuhkanmu. Ah mengapa seperti ini? Mengapa terlibat diantara pilihan yang sulit untuk di putuskan. Kenapa ini sungguh tidak adil?
Apa yang harus aku lakukan, aku bingung. Berikan aku jawaban pasti. Bangunkan aku, aku sudah lelah teramat lelah
"Waktu berputar cepat dengan rotasi yang luar biasa kencangnya melebihi batas imajinerku. Dan aku selalu tertinggal darinya. Aku merasa bodoh"
Sebel sama kamu
Nyebai!
Aku sebel banget sama kamu. Mangkel banget. Males rasanya ngomong atau liat kamu. Stay away aja sana! Cepet pergi, jauh-jauh! Aku udah jenuh kayak gini terus. Terserah kamu mau berpikiran aku labil banget atau apalah aku enggak peduli. Siapa kamu? Kenapa hidupku selalu di repotkan dengan sosok gentayanganmu. Assssh, sial!
Kamu
Kamu?
Galau
Nyesek banget hari ini rasanya. Semacam ngenes berpadu dengan merana. Mengapa aku bermain-main dengan kenangan masa-masa kelam itu. Aku ragu dan mulai kehilangan kepercayaan... lagi...
Mengapa selalu sulit untuk mempercayainya? Apa karna sudah biasa di tipu dan di kecewakan. Oh, sungguh teori klasik
Mengapa selalu sulit untuk mempercayainya? Apa karna sudah biasa di tipu dan di kecewakan. Oh, sungguh teori klasik
Laguku Bercerita
I Will Fly - Ten2five
You know all the things I've said
You know all the things that we have done
And things I gave to you
There's a chance for me to say
How precious you are in my life
And you know that it's true
To be with you is all that I need
Cause with you, my life seems brighter and these are all the things
I wanna say...
I will fly into your arms
And be with you
Till the end of time
Why are you so far away
You know it's very hard for me
To get myself close to you
You're the reason why I stay
You're the one who cannot believe
Our Love will never end
Is it only in my dream?
You're the one who cannot see this
How could you be so blind?
To be with you is all that I need
Cause with you, my life seems brighter and these are all the things
I wanna say...
I will fly into your arms
And be with you
Till the end of time
Why are you so far away
You know it's very hard for me
To get myself close to you
I wanna get
I wanna get
I wanna get myself close to you
Kenyataanya apa yang aku garis bawahi dan tebali dari lirik di atas nyatakan? Sedang aku alami bukan?
Batas
Aku seakan berada di antara batas mimpi dan kenyataan. Aku seperti tidak bisa berpindah, berada di posisi itu. Diam dan terus terbawa putarannya. Aku merasa kerdil dan tertinggal akan banyak hal yang sudah terjadi di sekitarku. Seakan-akan baru saja aku datang dari planet lain. Berapa bulan telah aku lalui tanpa menjadi sosok diriku yang sebenarnya. Setiap pagi aku melangkah ke bangunan tua itu, melewati pagarnya yang kokoh aku tidak menjadi diriku yang sebenarnya. Aku merasa asing, aku telah berbeda dan aku telah menipu. Menipu diriku, orang di sekitar dan semua hal.
Untuk sejenak aku terdiam.....
Aku merindukan sosokku di masa lalu, betapa mudahnya aku bahagia, menikmati hidup, tertawa lepas. Masa yang sudah berlalu dengan cepat. Semuanya sudah direnggut dariku perlahan-lahan. Aku merasa hilang dan tertimbun dengan jutaan pertanyaan yang belum aku temukan jawabannya.
Sejujurnya,
Apa yang aku cari selama ini?
Apa yang aku tunggu-tunggu?
Dan,
Apa yang aku inginkan selama ini?
Semuanya begitu klise
Senin, 10 Oktober 2011
Kala Hujan Turun
Aku lupa tepatnya kapan, yang jelas itu sudah satu tahun yang lalu. Momentnya sama, hanya saja ada beberapa hal yang sudah berubah dengan arah rotasi yang begitu cepat. Aku yang berubah dan sekitarku.
Aku ingat betul bau tanah di siang yang mendung itu. Dinginnya lantai keramik dan basahnya tubuhku. Aku masih ingat semuanya, seakan menyatu-nyatukan lagi potongan puzzle masa lalu.
Waktu itu aku masih kelas satu, seingatku sekolah sudah sepi kala itu. Yang tersisa hanyalah makhluk-makhluk yang masih terikat kegiatan di bangunan kecil nan memorial, sebut saja sekolahku. Aku tidak sendiri saat itu, aku di temani seorang kawan dekat dan beberapa kakak kelas. Kami sedang menyelesaikan tugas kami sebagi anak usaha dana pensi. Oh iya itu kali pertamaku menjadi seorang usaha dana. Semangatku berkobar seperti nyala api, mungkin tidak seperti sekarang yang mulai redup di makan kerasnya hari yang aku lalui.
Hujan siang itu deras, luapan air yang di turunkan oleh awan-awan hitam begitu banyak. Bahkan membuat beberapa bagian sekolahku terendam oleh air hujan. Aku bosan, aku lelah, dan otakku sudah cukup pusing dan ruwet dengan tuntutan yang aku terima. Seperti biasa aku menjadi seorang pemikir berat.
Aku mengambil payung lipat kecil dari dalam tasku, aku buka. Hening saat itu, hanya rintikan berat air hujan yang terdengar. Aku melepas sepatuku, menaruhnya di atas meja beserta barang-barangku yang lain. Aku melangkah menuju lapangan tengah, dan bermain dengan hujan.
Aku membuang payungku, ketika aku sudah melewati tepi lapangan. Aku merasakan tiap rintik hujan yang mulai membasahi sekujur tubuhku. Aku mulai merasakan segarnya udara di sekitarku. Otot-otot syarafku yang menegang perlahan mengendur. Aku bahagia saat itu.
Teman-temanku meneriakiku dari sisi lapangan, aku menghiraukannya dan tetap bermain bersama hujan.
Seperti hujan yang turun kala itu yang membasahi sekujur tubuhku, seperti itu pula seluruh beban masalahku luntur dari pundak...
Seperti hawa dingin kala hujan turun, seperti itu pula pikiranku kembali jernih...
Seperti bau tanah kala rintik hujan membasahi, seperti itu pula aku merasa tenang kembali...
Seperti hujan yang turun sangat deras, seperti itu pula aku menangis hingga aku merasa lega...
Dan seperti hujan yang sudah lama tak kunjung turun, seperti itu pula aku merindukan diriku dan kenangan indah atas masa lalu...
Minggu, 09 Oktober 2011
Awkward Moments
Awkward moment minggu ini di raih oleh malam minggu kemarin! Siaaaaal aku enggak tau harus ngerasa seneng, sedih, mangkel, gilo, shock atau apalah terserah aku enggak karuan. Pokoknya itu kayak kamu di suguhin semangkok permen, kamu nyuruh ambil acak permennya dan kamu enggak bakal tau dapet permen rasa apa. Nziiiiiiiiir kampret nziiiiiir =_____="
Harusnya pensi kemarin itu aku berangkat dan di sana sama si Panji (ini si anak botak usaha dana skala9 :D). Tau-tau dia sms ketiduran, kurang asem. Akhirnya aku berangkat sama Dindin, pulangnya juga sama dia.Sok malming gagal -_-
Sampai di sana itu uwes kebak, ibarat lautan gondes. Enggak well emang. Untung di lorong langsung ketemu Salsa dilanjutkan bertemu Vidvid dan kami melepas kangen di tengah eh enggak ding, lebih tepatnya di tepi lautan gondes, tapi tetep wae kui full of terserahlah lanjutkan sendiri :D
Nah ini, aku udah mulai dagdigdug. Taukan aku paling enggak mau dan menghindar banget dari si kosong satu. Sialannya aku enggak tau arah jarum jam berapa udah keliatan penampakannya. Njirrrr banget! Panik aku, bersiap mengambil langkah menghindar dan bener firasatku, dia dan teman-temannya (aku enggak tau siapa dan tidak mau tahu) menuju ke arah kami berdiri. Okey mereka bertiga pasti bakal nyapa si kosong satu dan aku langsung disappear di lautan manuasia itu, mboh pokoknya aku harus pergi aku enggak mau ketemu gimana caranya. AKU TAKUT WOY! Jelas aku nyesek seketika, njug semepet-sempetnya otakku melakukan setting flashback wuaseeeeeeeem
Aku masih terus merhatiin dan nih mata jelalatan, bukan jelalatan cari cowok ganteng tapi jelalatan menghindar dari si kosong satu. Was-was bainget aku, udah enggak bisa nikmat itu pensi. Siapa yang manggung aja aku lupa x_x
Mulai masuk klimaks, ini acara auranya malah jadi mendung menghiasa hati. Gossipnya jadi rusuh di luar. Vidvid maksa banget pengen keluar ngecheck situasi, lha Salsa enggak mau aku tau dia udah panik. Akhirnya jadi deh kita nurutin keluar. Pas udah di luar toh, asemik ada yang mbalang batu ke genteng coba. Maksudte opo kuwi? Masak pas banget kita lagi di luar, klimaks tenan.
Sepanjang acara udah pasrah lillahi ta'ala apa yang nanti bakal terjadi. Untungnya akhir acara nice moment. Kembang apinya cukup menghibur dan sedikit mencairkan suasana mencekam tadi. Sebelum pulang aku sama dindin pamit ke mereka berdua. Sedih enggak bisa bantu banyak dan ngehibur mereka :( Semoga aja mereka enggak kenapa-kenapa. Amin
Dijalan pulang, aku udah capek abis dan pikiranku cuma kasurku hahaha. Pas baru jalan, tiba-tiba sesosok gadis bersama lelaki di sampingnya berjalan berlawanan arah dengan kami. You know, gadis itu menyapa dindin dan aku baru sadar siapa sosok sepasang itu. Dindin dengan cepat dorong aku ke depan sampai aku njrungub. Mataku belalak dan reflek aku langsung mengo ke belakang. Dan... ZONK!!!!! Aku sama sosok lelaki itu, wajah kita bertemu pandang. Aseeeem ki malah klimaksnya di moment ini! Sial! Masalahnya si pria itu ya si kosong satu. Aku langsung mbalik ke depan dan cepet-cepet jalan. Udah agak deketin regol itu aku nyoba noleh ke belakang lagi nyari dindin, ussy sama putri. You know aku bertatap muka lagi. Edan masak ya harus di replie berkali-kali, padakke film apa yaak -__-
Waktu udah di luar menuju gerbang, dindin bilang dia ndorong aku tadi itu terus langsung pindah posisi disampingku itu biar aku enggak di sapa si gadis dan ketemu langsung (lagi) alias apalah mumet dengan si lelaki. Sumpah makasih din kamu menyelamatkan dari hal-hal yang bisa aja terjadi :') Dan malming ini full of awkward moments yang enggak bakal aku lupa. Orang sampai sekarang aja kalau ke inget kita tatep-tatepan itu nyesek grrrrrrrr =________=
Harusnya pensi kemarin itu aku berangkat dan di sana sama si Panji (ini si anak botak usaha dana skala9 :D). Tau-tau dia sms ketiduran, kurang asem. Akhirnya aku berangkat sama Dindin, pulangnya juga sama dia.
Sampai di sana itu uwes kebak, ibarat lautan gondes. Enggak well emang. Untung di lorong langsung ketemu Salsa dilanjutkan bertemu Vidvid dan kami melepas kangen di tengah eh enggak ding, lebih tepatnya di tepi lautan gondes, tapi tetep wae kui full of terserahlah lanjutkan sendiri :D
Nah ini, aku udah mulai dagdigdug. Taukan aku paling enggak mau dan menghindar banget dari si kosong satu. Sialannya aku enggak tau arah jarum jam berapa udah keliatan penampakannya. Njirrrr banget! Panik aku, bersiap mengambil langkah menghindar dan bener firasatku, dia dan teman-temannya (aku enggak tau siapa dan tidak mau tahu) menuju ke arah kami berdiri. Okey mereka bertiga pasti bakal nyapa si kosong satu dan aku langsung disappear di lautan manuasia itu, mboh pokoknya aku harus pergi aku enggak mau ketemu gimana caranya. AKU TAKUT WOY! Jelas aku nyesek seketika, njug semepet-sempetnya otakku melakukan setting flashback wuaseeeeeeeem
Aku masih terus merhatiin dan nih mata jelalatan, bukan jelalatan cari cowok ganteng tapi jelalatan menghindar dari si kosong satu. Was-was bainget aku, udah enggak bisa nikmat itu pensi. Siapa yang manggung aja aku lupa x_x
Mulai masuk klimaks, ini acara auranya malah jadi mendung menghiasa hati. Gossipnya jadi rusuh di luar. Vidvid maksa banget pengen keluar ngecheck situasi, lha Salsa enggak mau aku tau dia udah panik. Akhirnya jadi deh kita nurutin keluar. Pas udah di luar toh, asemik ada yang mbalang batu ke genteng coba. Maksudte opo kuwi? Masak pas banget kita lagi di luar, klimaks tenan.
Sepanjang acara udah pasrah lillahi ta'ala apa yang nanti bakal terjadi. Untungnya akhir acara nice moment. Kembang apinya cukup menghibur dan sedikit mencairkan suasana mencekam tadi. Sebelum pulang aku sama dindin pamit ke mereka berdua. Sedih enggak bisa bantu banyak dan ngehibur mereka :( Semoga aja mereka enggak kenapa-kenapa. Amin
Dijalan pulang, aku udah capek abis dan pikiranku cuma kasurku hahaha. Pas baru jalan, tiba-tiba sesosok gadis bersama lelaki di sampingnya berjalan berlawanan arah dengan kami. You know, gadis itu menyapa dindin dan aku baru sadar siapa sosok sepasang itu. Dindin dengan cepat dorong aku ke depan sampai aku njrungub. Mataku belalak dan reflek aku langsung mengo ke belakang. Dan... ZONK!!!!! Aku sama sosok lelaki itu, wajah kita bertemu pandang. Aseeeem ki malah klimaksnya di moment ini! Sial! Masalahnya si pria itu ya si kosong satu. Aku langsung mbalik ke depan dan cepet-cepet jalan. Udah agak deketin regol itu aku nyoba noleh ke belakang lagi nyari dindin, ussy sama putri. You know aku bertatap muka lagi. Edan masak ya harus di replie berkali-kali, padakke film apa yaak -__-
Waktu udah di luar menuju gerbang, dindin bilang dia ndorong aku tadi itu terus langsung pindah posisi disampingku itu biar aku enggak di sapa si gadis dan ketemu langsung (lagi) alias apalah mumet dengan si lelaki. Sumpah makasih din kamu menyelamatkan dari hal-hal yang bisa aja terjadi :') Dan malming ini full of awkward moments yang enggak bakal aku lupa. Orang sampai sekarang aja kalau ke inget kita tatep-tatepan itu nyesek grrrrrrrr =________=
Langganan:
Postingan (Atom)