Senin, 10 Oktober 2011

Kala Hujan Turun

Aku lupa tepatnya kapan, yang jelas itu sudah satu tahun yang lalu. Momentnya sama, hanya saja ada beberapa hal yang sudah berubah dengan arah rotasi yang begitu cepat. Aku yang berubah dan sekitarku.

Aku ingat betul bau tanah di siang yang mendung itu. Dinginnya lantai keramik dan basahnya tubuhku. Aku masih ingat semuanya, seakan menyatu-nyatukan lagi potongan puzzle masa lalu.


Waktu itu aku masih kelas satu, seingatku sekolah sudah sepi kala itu. Yang tersisa hanyalah makhluk-makhluk yang masih terikat kegiatan di bangunan kecil nan memorial, sebut saja sekolahku. Aku tidak sendiri saat itu, aku di temani seorang kawan dekat dan beberapa kakak kelas. Kami sedang menyelesaikan tugas kami sebagi anak usaha dana pensi. Oh iya itu kali pertamaku menjadi seorang usaha dana. Semangatku berkobar seperti nyala api, mungkin tidak seperti sekarang yang mulai redup di makan kerasnya hari yang aku lalui.

Hujan siang itu deras, luapan air yang di turunkan oleh awan-awan hitam begitu banyak. Bahkan membuat beberapa bagian sekolahku terendam oleh air hujan. Aku bosan, aku lelah, dan otakku sudah cukup pusing dan ruwet dengan tuntutan yang aku terima. Seperti biasa aku menjadi seorang pemikir berat.
Aku mengambil payung lipat kecil dari dalam tasku, aku buka. Hening saat itu, hanya rintikan berat air hujan yang terdengar. Aku melepas sepatuku, menaruhnya di atas meja beserta barang-barangku yang lain. Aku melangkah menuju lapangan tengah, dan bermain dengan hujan.

Aku membuang payungku, ketika aku sudah melewati tepi lapangan. Aku merasakan tiap rintik hujan yang mulai membasahi sekujur tubuhku. Aku mulai merasakan segarnya udara di sekitarku. Otot-otot syarafku yang menegang perlahan mengendur. Aku bahagia saat itu.

Teman-temanku meneriakiku dari sisi lapangan, aku menghiraukannya dan tetap bermain bersama hujan.


Seperti hujan yang turun kala itu yang membasahi sekujur tubuhku, seperti itu pula seluruh beban masalahku luntur dari pundak...
Seperti hawa dingin kala hujan turun, seperti itu pula pikiranku kembali jernih...
Seperti bau tanah kala rintik hujan membasahi, seperti itu pula aku merasa tenang kembali...
Seperti hujan yang turun sangat deras, seperti itu pula aku menangis hingga aku merasa lega...
Dan seperti hujan yang sudah lama tak kunjung turun, seperti itu pula aku merindukan diriku dan kenangan indah atas masa lalu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar