Sabtu, 17 Desember 2011

Peluk


Akhir-akhir ini aku selalu muter lagu peluknya dewi lestari. Sejujurnya aku masih bingung antara judul dan isi lagu tersebut. Apakah keterkaitannya? Mengapa di beri judul peluk, padahal isi lagu itu tidak seluruhnya membahas kata atau arti peluk itu sendiri. But, it’s nice song. Entah kenapa peluk sendiri seperti memberikan tamparan halus ke mukaku. Lagu itu seperti bercerita tentang keadaan yang aku alami sekarang. Tapi bukan aku sebagai tokoh utama yang bercerita di lagu itu. Seseorang di kejauhan sanalah si dalang utama dalam lagu itu. Setelah di putar berulang-ulang dan aku menyimak liriknya, aku terdiam dan berpikir lama. Lagu itu benar, suka tidak suka mau tidak mau aku emang harus bisa nerima kalau memang kenyataanya seperti ini sekarang. Aku harus bisa nerima kejujuran yang hadir disekelilingku. Aku harus bisa belajar melepaskan seseorang. Karna aku sendiri belum bisa nerima dirinya di kondisi terburuknya. Bagiku aku masih merasa aneh menerima hal seperti itu di duniaku sendiri. Aku merasa asing. Masih ada rasa trauma, tidak percaya, dan spekulasi-spekulasi itu bermain-main di pikiranku. Pada akhirnya itu yang membuatku melakukan hal-hal konyol dan ujungnya hanya menyakitinya. Menyakitiku juga. Mungkin lebih baik seperti ini sekarang, aku menjauh untuk sementara waktu. Menenangkan dan membereskan hal-hal yang tidak benar dalam diriku sendiri. Membuat diriku sendiri ya itu menerima keadaan yang ada. Memberikan waktu padanya untuk bebas dari kekonyolan sikapku sendiri. Tidak membebani dirinya. Sama-sama memberikan waktu satu sama lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar